Khawatir Ada Gelombang Susulan, Warga Sekitar Pantai Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya Diungsikan Ke Bukit

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tasikmalaya : Akibat Gelombang tinggi melanda perairan selatan di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Ombak yang setinggi 5 meter tersebut mampu  menerjang perkampungan Masyarakat  yang terletak kurang lebih 400 Meter dari bibir pantai, sehingga sekitar 23 keluarga atau kurang lebih 100 jiwa Warga sekitar pesisir pantai terutama Warga Desa Pamayang, Kecamatan Cipatujah mengungsi di bukit terdekat.

Informasi yang dihimpun Warta Hukum, menurut Rojak salahsatu warga Kampung Ciandum, Desa Ciandum, Kecamatan Cipatujah mengatakan, akibat gelombang tinggi air pasang setinggi 4 sampe 5 meter  sehingga menerjang area warung, tempat wisata, bahkan hingga ke jalan.

“Malah di sekitar wilayah pamayang lebih parah,  tempat wisata juga sampai tutup karena airnya pasang, sebenarnya hal seperti ini bisa dikatakan sudah biasa, bahkan hampir setiap tahun selalu ada namun tidak separah sekarang,” Jelas Rojak kepada “Warta Hukum”

Ditempat yang berbeda Neneng juga mengatakan, tingginya gelombang pasang yang sampai ke permukiman warga terjadi karena tidak ada  tumbuhan penahan di area pantai. Hal tersebut terjadi karena tanaman-tanaman yang tumbuh di sekitar area pesisir pantai dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Pantainya rusak, sekarang pinggir-pinggir pantai dibuat kolam dan tambak udang Jadi enggak ada penahannya. Dulu saya menanam pohon di sekitar pantai, dirusak dibuat kolam. Ya sekaranglah dampaknya dirasakan oleh masyarakat banyak, Coba kalau ada pepohonan yang tumbuh disekitar pantai, paling tidak kan bisa sedikit menahan air yang menerjang, pasti tidak sampai ke permukiman warga,” ucap Neneng.

Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya Kecamatan Cipatujah Rahmat melaporkan, puncak banjir rob terjadi pada Rabu sekitar pukul 02.00 dini hari. Menurut Rahmat, pergerakan air masih sangat besar hingga Rabu sore.

“Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, masyarakat mengungsi di tempat yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Kami teman-teman dari relawan BPBD mendirikan tenda seadanya, walaupun kapasitasnya enggak muat untuk semua,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi Warta Hukum, Kepala Bidang Darurat Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya Ria Supriatna mengatakan, dari hasil pendataan sementara gelombang tinggi tidak merusak perumahan warga. Namun demikian, warga khawatir terkena gelombang tinggi susulan sehingga warga terpaksa diungsikan, Jelas Ria kepada Warta Hukum. (Chefy / Ade)