Penemuan Tulang Belulang Manusia di Desa Putren Sukomoro

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Nganjuk : Warga Desa Putren Kecamatan sukomoro mendadak di kagetkan dengan penemuan sejumlah tulang yang diperkirakan sebagai fosil manusia,di sekitar sungai pada , Rabu pagi 25/7/18.

Penemuan tersebut berawal dari sepotong tulang yang di temukan oleh Asrofi (33) warga Desa Jatikapur Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Yang tengah bekerja dalam proyek saluran air di Desa putren.

“Niku awitane kulo paculi Mas, kan gawe pondasi,’gae proyek ikilo. lakok,”mak crak” uatos tak kiro watu” lakok balung trus tak pacul maneh lakok akeh. Kulo njih curiga kok kados balung manungso trus ngomong rencang di laporne perangkat deso. “( Hal ini bermula saat saya mencangkul buat pondasi proyek saluran ini, pacul saya membentur benda keras yang di kira batu, dan ternyata tulanh manusia yang jumlahnya cukup banyak. Curiga saya dan teman yang juga pekerja disini melapor ke perangkat desa setempat).

Kades Putren Nidi Basuki membenarkan kalau ada penemuan fosil manusia di proyek saluran air di Desanya dan sempat dilaporkan, petugas Polsek Sukomoro serta Koramil Sukomoro lewat Bhabinkabtibmas dan Babinsa Koramil 0810/Sukomoro.

“Kami menduga tulang itu adalah tulang manusia. Untuk memastikannya kami akan menanyakannya kepada arkeolog,” jelasnya.

Kabar penemuan tulang tersebut dengan cepat menyebar di Desa Putren sehingga warga berduyun-duyun mendatangi proyek saluran air ini. Bahkan beberapa di antaranya ikut terjun ke lokasi penemuan dan menggali untuk menemukan potongan tulang yang lain. Hingga saat ini warga masih menggali di sekitar lokasi penemuan awal karena menduga masih ada bagian tulang yang terpendam di tanah.“Sempat heboh karena warga penasaran,” tambahnya

Sementara itu Kapolsek Sukomoro AKP Gendut Doni Setiawan “mengatakan” pihaknya akan membentuk tim investigasi untuk meneliti tulang manusia tersebut. Pihaknya akan bekerjasama dengan instansi lain agar segera ditemukan alasan tulang manusia ada disana.

“Kami akan membentuk tim untuk menelusuri penemuan fosil tersebut yang akan dikoordinasikan tim forensik dari Polres Nganjuk,” pungkasnya. (Hendro)