SEGALANYA ADALAH SATU KESATUAN BELAKA

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Oleh: Umar Usman

WH Jakarta : 2018. Tema besar tentang segala yang ada, 3 hal pertama dan utama: tentang Tuhan, Alam Semesta, dan Manusia. Kali ini kita deskripsikan tentang alam semesta. Perenungan pagi sebagai jembatan untuk kita mensyukuri rahmat dan karunia tiada henti-hentinya yang Tuhan berikan.

Tentang Alam Semesta ada baiknya kita mafhumi bersama. Untuk menemukan kesejatian hakiki siapa kita ini? Segala yang ada ini, jamak kita menyebutnya “alam”,
rincian pengertiannya:

1. Segala yang ada di langit dan di bumi (seperti bumi, bintang, kekuatan):
sekeliling;
2. Lingkungan kehidupan: alam akhirat;
3. Segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan (golongan dan sebagainya) dan dianggap sebagai satu keutuhan: alam pikiran; alam tumbuh-tumbuhan.

Pengertian selanjutnya tentang “alam”;
4. Segala daya (gaya, kekuatan, dan sebagainya) yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini: hukum alam; ilmu alam;
5. Yang bukan buatan manusia: karet alam;
6. Dunia: alam semesta; syah alam;
7.  Kerajaan; daerah; negeri: alam Minangkabau.

Gamblangnya ketika menempatkan kata “alam” diawal atau depan kata seperti dibawah ini menimbulkan pengertian;
Alam akhirat_ alam sesudah kehidupan di dunia;
Alam arwah_  alam tempat arwah berada sesudah orang meninggal.

Alam astral_  alam tempat roh halus atau roh yang sudah meninggal;
Alam baka_ tempat kekal roh (zat hidup) manusia yang telah meninggal; akhirat;
Alam barzakh_ alam dari waktu mati sampai dibangkitkan dari mati pada hari kiamat; alam samar; alam kubur;
Alam besar_ dunia yang luas ini.

Alam gaib_ alam yang berada di luar jangkauan manusia biasa, tempat makhluk halus dan tenaga yang luar biasa;
Alam kabir alam besar; alam semesta; makrokosmos;
Alam kelanggengan alam baka;
Alam kubur alam
barzakh.

Alam malakut_ alam tempat malaikat dan roh;
Alam misal_  tempat kehidupan makhluk lain di alam yang merupakan gambaran dari bentuk sebenarnya di alam asalnya atau aslinya.

Alam nabati_ alam tumbuh-tumbuhan;
Alam pikiran_ segala (cara berpikir dan sebagainya) yang ada dalam pikiran;
Alam rahim_ alam pada saat manusia masih dalam kandungan ibu; gua garba;
Alam sagir_ alam kecil; mikrokosmos;
Alam samar alam barzakh;
Alam semesta seluruh alam. (Kbbi).

Segala yang ada ini kita menyebutnya “alam semesta”. Adapun arti kata “semesta”;
Semesta _ seluruh; segenap; semuanya: semua yang ada di alam semesta ini tidak dapat lepas dari takdirnya masing-masing;
2. (berlaku untuk) seluruh dunia; universal;
3. Kesemestaan_
keuniversalan. (Kbbi).

Adapun alam semesta ini terdiri dari 4 tema besar, yakni; pertama tentang ruang, kedua waktu, ketiga materi, dan keempat energi.

Dalam buku Segalanya Satu, Agus Mustofa mendeskripsikan bahwa tanpa ruang-waktu mustahil ada materi-energi sebagai pengisi alam semesta. Tanpa materi-energi mustahil pula ada ruang-waktu sebagai wadah segala peristiwa. Karena ternyata,
ruang-waktu-materi-energi adalah SATU kesatuan belaka.

Sungguh bahasa sastra yang paling tinggi dan dalam. Ketika Tuhan memaklumatkan tentang alam semesta, sebagaimana ayat qur’an;

QS. Ali ‘Imran [3] : 190, 191
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal,” “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” Kita, manusia ini siapakah?
Bahwa kita manifestasi Tuhan dan unsur anasir alam semesta.

Kembangan, 23 Juli 2018. “Korlip Nasional”