RSUD Tenriawaru Kab. Bone Bantah Ada Bayi atersandera

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bone : Beredar postingan LSM LATENRITATTA yang kini viral di media sosial facebook tentang Bayi tersandera di RSUD tenriawaru kab Bone dan sudah satu minggu orang tua bayi yang merupakan masyarakat Tippulue kel Toro tidak mampu membayar tebusan biaya kesehatan.

Menanggapi postingan tersebut, Humas RSUD TENRIAWARU angkat bicara dan membantah tentang bayi tersandera.

Dikompirmasi sabtu malam (21/07)melalui via whatsApp bapak RAMLI selaku humas RSUD TENRIAWARU menjelaskan”Bahwa info yang beredar di Medsos tentang bayi tersandera di Rumah Sakit tidak benar dan menyesatkan, tidak ada bayi disandera petugas RSUD juga punya hati nurani.

Yang terjadi sebenarnya ada bayi memang belum diizinkan untuk dipulangkan karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan, beratnya baru mencapai 2000 Gr (2 Kg) dan masih sesak (masih terpasang selang O2). Bengkaknya juga baru berangsur menurun.

Serta Untuk asupan makanan masih menggunakan zonde, belum bisa pakai dot, Sehingga disampaikan ke orang tuanya bahwa bayinya masih perlu perawatan dan Sekarang bayinya ada di Ruang Perinatologi RSUD.

Masih kata RAMLI”Tadi sekira jam 17.00 saya ketemu langsung dengan ayah bayi (Dandi) serta neneknya dan ketua LSM Latenritatta (Mukhawas) untuk meluruskan berita yang beredar. Saya bilang ke Mukhawas, seharusnya konfirmasi dulu ke Rumah Sakit agar tau masalahnya sebelum dimunculkan di Medsos.

Bayi masuk ruang perina tanggal 13 Juli, lahir sc/Operasi, Beratnya saat lahir ada 1.600 Gr,Normalnya berat bayi 2.500 Gr ke atas, kondisi lainnya sesak dan ada bengkak di beberapa bagian tubuhnya.

Kondisi hari ini berat sudah mencapai 2.000 Gr. Sebagian bengkaknya juga menurun, tapi masih sesak, sehingga orang tuanya tetap diberitahu bahwa bayinya belum sehat dan masih butuh perawatan.

Lebih lanjut”Status jaminan ibunya ada. BPJS Mandiri Kelas 3. Seharusnya pada saat hamil dulu diurus memang mi BPJS untuk anaknya, sehingga pada saat lahir nanti tidak masalahmi, biaya sejak tanggal 13 Juli s.d hari ini sebesar Rp. 3,6 juta lebih, tandas Ramli

Terkait adanya pihak RSUD yang diduga berkata terkesan kasar,RAMLI mengungkapkan”tidak ada itu Ndi. (Aldi)