Ratusan Petani Desa Loceret Geruduk Pengadilan Negeri Nganjuk Gelar Aksi Damai

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Nganjuk : Ratusan petani dari Desa Loceret Kecamatan Loceret, lakukan aksi damai dengan menggelar Istighosah, guna menuntut dan peroleh keadilan, dihalaman Kantor Pengadilan Negeri Nganjuk, pada Rabu pagi 18/7/18 Pukul 09.00 Wib hingga selesai.

Aksi yang dilakukan oleh para petani ini, adalah suatu gerakan penolakan dan perlawanan atas tindakan Muhajir warga Desa Patihan Kecamatan Loceret selaku penggugat , yang mengklaim, bahwa saluran air dan jalan persawahan adalah lahan tanah miliknya. Dilain pihak para petani juga bersikukuh bahwa saluran air dan jalan persawahan tersebut merupakan milik Para Petani dan Warga Desa Loceret.

Dalam keterangannya, Prapto Suharjo, SH selaku Penasehat Hukum Muhajir, “mengungkapkan” bahwa sejak dulu jalan usaha tani atau jalan persawahan tersebut tidak ada. Sebab batas sebelah utara sawah milik klien-nya adalah tanah kongsi Desa Loceret.”Ungkapnya.

“Sehingga keberadaan jalan tersebut berakibat merugikan pihak kami, karena mengurangi luas lahan milik Muhajir,”Tangkasnya.

Lanjut, dijelaskan oleh Prapto SH, sebelum terbitnya sertifikat, total jumlah lahan milik Muhajir adalah seluas 10.250 m2, namun setelah Muhajir mengajukan Sertifikat Hak Milik (SHM) melalui pihak Desa Loceret, luas lahannya menjadi 9.925 m2. “Klien kami jelas dirugikan, karena ada selisih 325 m2, dengan perkiraan harga jual sekitar 200 juta,” jelasnya.

Terpisah, H.Suwito selaku tergugat “memaparkan” bahwa sejak dulu saluran air dan jalan persawahan itu telah ada, karena jalan tersebut berasal dari kesepakatan para petani pemilik lahan yang merelakan sebagian lahan sawahnya untuk dibuat jalan tani. “Oleh karena warga atau para petani akan dirugikan, jika saluran irigasi dan jalan tani tersebut dikuasai Muhajir selaku penggugat,” Paparnya.

Mantan Kepala Desa Loceret ini juga menandaskan, agar saluran air dan jalan tani atau jalan persawahan itu tidak kuasai oleh Muhajir selaku penggugat, karena saluran air dan jalan itu adalah milik warga dan Desa Loceret, yang digunakan oleh para petani untuk kepentingan umum. “Selain itu, tanah sawah milik muhajir itu sudah sesuai dengan sertifikat yang dia miliki,” tandasnya.

Diinformasikan, sengketa tapal batas lahan persawahan antara Muhajir selaku penggugat dan Kepala Desa serta H.Suwito mantan Kades Loceret juga Trimanto mantan Carik Desa Loceret selaku tergugat, telah disidangkan di Pengadilan Negeri Nganjuk, Jalan Dermojoyo Nganjuk.
Untuk agenda persidangan pada Rabu tanggal 18 Juli 2019 kali ini. Dengan mendengarkan keterangan dari saksi, salah satunya dari pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nganjuk.Dan sebagai bentuk solidaritas atau simpati kepada tergugat yang notabene adalah Kepala Desa dan mantan Kadesnya, maka warga petani Desa Loceret melakukan aksi damai dengan menggelar istighosah untuk menuntut dan mendapat keadilan di halaman Pengadilan Negeri Nganjuk.(Tian)