LSM F-Kompas Audensi Jalur Satu Arah Ke Dinas Perhubungan Sampang

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Dinas Perhubungan Sampang menerapkan peraturan tentang arus lalu lintas satu arah khusus Roda 4, untuk mengeluarkan peraturan tersebut Dishub Sampang sendiri sudah lama membicarakan atau berdiskusi dengan dinas-dinas terkait lainnya, diantaranya dengan Satlantas, Diskominfo, Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP ke Pemerintah Daerah melalui Bapelitbangda, sehingga pada hari Senin Tanggal 16 /07/2018 dimulai sejak Jam 06.00 wib, Dinas Perhubungan Sampang melakukan sosialisasi sekaligus penerapan atau pemberlakuan beberapa titik jalan jalur satu arah ke masyarakat khususnya bagi Kendaraan Roda 4, yaitu MPU, Truck, Bis dan angkutan umum lainnya.

Dengan adanya pemberlakuan itu, banyak mengundang permasalahan baru di aktifitas maupun kehidupan masyarakat setempat, sehingga dari permasalahan jalur satu arah tersebut membuat salah satu Lembaga yang ada di Sampang mengadakan audensi yaitu LSM F-Kompas dengan Dishub Sampang yang diadakan pada hari Rabu (18/07/2018).

F-Kompas saat mengadakan audensi langsung ditemui oleh Sekretaris (Wisnu Hartono, S.Sos, M.Si), Kabid Darat (Eko Heriyanto) beserta stafnya serta hadir juga Kanit Lantas (Moh. Mughni), sekitar Jam 09.30 Wib acara dimulai dan langsung oleh Sekretaris Dishub Sampang.

“Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada LSM F-Kompas yang melakukan audensi di Dinas Perhubungan, terkait dengan jalur satu arah ini, kita bersama Satlantas Polres Sampang telah melakukan beberapa kajian ke Pemerintah daerah melalui Bapelitbangda, dengan Kajian-Kajian serta proses yang cukup yaitu mulai Tahun 2017 sambil berkoordinasi dan berdiskusi dengan pihak Instansi atau Dinas terkait lainnya, akhirnya mendapatkan kesepakatan untuk program jalur satu arah dan finalnya kesepakatan itu pada hari Kamis tanggal 12 Juli 2018, sehingga kami dengan Satlantas Polres Sampang Melakukan sosialisasi sekaligus pemberlakuan satu jalur satu arah dipraktekkan pada hari Senin tanggal 16 Juli 2018, sedangkan sosialisasi berakhir sampai tanggal 31 Agustus 2018, selama dalam jangka waktu sosialisasi itu, kami sifatnya hanya memberikan arahan kepada pengguna Roda 4, khususnya kendaraan umum dan belum melakukan penindakan pelanggaran kepada mereka”, Ungkap Wisnu Hartono, S.Sos, M.Si.

Di sela-sela acara audensi yang dilakukannya, LSM F-Kompas sempat melakukan berbagai pertanyaan serta pernyataan, akan tetapi semua penjelasan juga jawaban petugas Dishub Sampang yang diwakili oleh Bapak Wisnu Hartono (Sekretaris) maupun Eko Heriyanto (Kabid jalur Darat), F-Kompas tidak merasa puas, maka dalam forum audensi terjadilah perdebatan yang cukup memanas, sampai-sampai salah satu dari beliau sempat emosi, sehingga Bripka A. Mughni menengahi perdebatan tersebut agar tidak semakin memuncak, akhirnya dari hasil audensi itu tidak menemukan kesepakatan dan selesai sekitar jam 11.00 Wib.

Ketua LSM F-Kompas (Moh. Yusuf) ditemui secara terpisah mengatakan, “Dari hasil Audensi tadi dengan Dinas Perhubungan Sampang, kami merasa tidak puas dengan pernyataan sikap maupun jawaban dari beliau, alasan kami adalah sebelum memberlakukan jalur satu arah di kota Sampang, dari pihak Dinas terkait khususnya Dishub harus meninjau dahulu efek negatif dan positifnya, jadi menurut kami program tersebut tidak sesuai dengan subtansi awal yang didengung-dengungkan bahwa dengan penerapan jalur satu arah bisa menciptakan Kelancaran dan kenyamanan bagi pengguna kendaraan Roda 4, sedangkan infrastruktur, sarana dan prasarana masih belum dibenahi terlebih dahulu, sehingga kami dari F-Kompas mengambil kesimpulan bahwa program atau aturan ini terlalu dini untuk direalisasikan, dikarenakan tidak sesuai dengan kondisi Sampang, baik jalannya maupun sarana penunjang lainnya yang masih perlu banyak dibenahi terlebih dahulu, misalkan berkoordinasi dengan Instansi terkait seperti penambahan trafficligh, penertiban parkir liar serta PKL yang menimbulkan kemacetan, membuat dan membuka jalan baru seperti bypass serta memperbaiki atau memperlebar jalan yang sudah ada, itu saja yang Dishub optimalkan, sehingga dengan pengoptimalan seperti itu, saya kira akan bisa dapat mengurangi kemacetan serta dapat mengurangi angka kecelakaan. Karena kurang puasnya hasil audensi tadi, kami berencana akan menindaklanjuti permasalahan jalur satu arah ke DPRD II Sampang “, Kata Moh. Yusuf.

Sedangkan Kasat Lantas Polres Sampang (AKP Musa Bachtiar, SH) mengatakan, “Apa yang dilakukan para petugas di lapangan tersebut untuk melakukan sosialisasi kepada pengendara agar mengetahui perihal pemberlakuan jalur satu arah tersebut khususnya kepada pengendara roda empat.

Pihaknya mengaku sangat mendukung dengan pemberlakuan jalur satu arah tersebut karena menurutnya akan melancarkan arus lalu lintas dalam kota dan mengurangi kendaraan berat melintasi kota serta menghidupkan jalur yang sepi. Walau awalnya masih banyak yang melanggar namun kami tetap akan terus melakukan sosialisasi agar penerapan di lapangan nanti sesuai dengan apa yang kita harapkan,” ungkapnya. Beliau menambahkan, “Bahwa setelah dilakukan rapat bersama Dishub, selama 3 bulan kedepan pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan tidak ada penindakan selama masa sosialisasi tersebut.

Agar tujuan diberlakukannya aturan ini tercapai, kami akan terus melakukan evaluasi penerapan jalur satu arah ini dan selama tiga bulan kedepan masih masa sosialisasi, jika ada yang melanggar masih kami berikan tindakan peneguran”, Ungkap AKP Musa Bachtiar, SH. #(Is-one)#