Plt Gubernur Bengkulu Sampaikan 3 Sistem Strategis Penanggulangan Bencana

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bengkulu : Sekitar pukul 14.00 Wib Jum’at sore ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu telah menggelar Upacara Apel Gelar dan Demo Peralatan Penanggulangan Bencana Provinsi Bengkulu Tahun 2018 di Sport Center Bengkulu.

Bertindak sebagai Inspektur upacara, Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyampaikan 3 fungsi sistem strategis pelaksanaan penanggulangan penanganan, yakni fungsi Komando, Koordinatif, dan Penanganan.

Rohidin mengatakan untuk menerapkan ketiga fungsi sistem tersebut, pertama tentunya dibutuhkan sistem yang handal, baik dari komunikasi jaringan kerja dan sejenis itu.

“Yang kedua dibutuhkan SDM yang terampil, dan yang ketiga pasti dibutuhkan peralatan yang memadai agar fungsi komando, fungsi koordinatif, fungsi penanganan itu dapat dijalankan dengan baik,” kata Rohidin, Jum’at 13 Juli 2018.

Rohidin juga menjelaskan tujuan pelaksanaan Apel gelar peralatan ini dilakukan tidak lain dalam rangka Pemprov Bengkulu untuk melakukan distiminasi informasi yang seluas-luasnya serta unjuk kekuatan peralatan yang dimiliki pemerintah sekaligus memastikan pembagian tugas dari masing-masing sektor dalam penanggulangan bencana.

“Karena kenapa demikian?, bencana itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin kita batalkan atau kita tunda kejadiannya. Yang hanya bisa kita lakukan adalah tindakan antisipatif, sehingga ketiga fungsi tadi harus betul-betul siap. Yang kita lakukan adalah melakukan pembinaan, edukasi, sosialisasi agar menjadi betul-betul siap siaga menghadapi bencana,” jelasnya

Untuk itu, Rohidin juga mengharapkan peran dari semua pihak karena fungsi yang disampaikan tersebut tidak akan efektif dan produktif tanpa dukungan semua elemen penyelenggara pemerintahan, termasuk aparat penegak hukum, pelaku usaha, dan tentunya masyarakat luas yang harus menyiapkan diri untuk selalu siap siaga ketika bencana terjadi.

“Bahwasanya aktivitas penanganan bencana itu adalah panggilan kemanusiaan. Yang namanya panggilan kemanusiaan itu menghilangkan semua sekat, semua strata, semua status karena ini adalah panggilan kemanusiaan, target akhirnya tidak lain adalah keselamatan jiwa manusia yang paling utama,” ujarnya.

Selain itu, Rohidin juga mengapresiasi semua pihak semua yang telah mendukung dan kepada instansi penanggulangan bencana karena tetap siap siaga dalam bertugas karena seperti diketahui Provinsi Bengkulu masuk zona merah dalam bencana di Indonesia.

Data terhimpun, kegiatan ini turut dihadiri Pj Walikota Bengkulu Budiman Ismaun, Kepala BPBD Provinsi Bengkulu Soemarno, Para Kepala OPD Pemprov Bengkulu, Kepala BPBD Kabupaten/Kota se-Provinsi Bengkulu, serta anggota TNI dan Polri yang ada di Provinsi Bengkulu. (Rk)