Dewan Kesenian Banten (DKB)  Menggelar Pentas Seni Gerakan Seni Tradisional Bersama  Cinta Taman Kota (Citata)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
WH Tangsel : Gerakan Seni Tradisional yang menyajikan Kesenian-kesenian Tradisional yang diantaranya  Gambang Kromong, Seni, Tari Lenong, Musik Tradisional, hingga Puisi merupakan sebuah kegiatan positif yang selalu diselenggarakan Oleh Dewan Kesenian Banten (DKB) yang didukung Kadin Kota Tangsel, dalam hal Ini Mizz Parhadiba bersama komunitas Cinta Taman Kota (Citata) beserta para Seniman Kota Tangsel lainnya, dengan Kegiatan  yang selalu mengangkat kearifan lokal ini juga mendapat dukungan dari Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten.
Gelaran Pentas Seni dan Budaya Tradisional yang diadakan oleh  (DKB) berlangsung meriah yang diantara nya mementaskan beberapa Kesenian Tradisional seperti Pentas Seni Tari, Pentas Musik Tradisional, Seni Lukis dan Pembacaan Puisi yang diawali dengan Pembacaan Puisi yang dibacakan oleh Seniman Kawakan Ireng Halimun,  serta acara yang diselenggarakan  yang bertempat di Taman Kota Satu (1) BSD Kota Tangerang Selatan, Minggu,(08/07/2018 ).
Setelah beberapa Pentas Seni yang dipersembahkan  oleh DKB dengan semua keseniannya yang dimiliki,  seperti tidak ingin ketinggalan dalam kesempatan tersebut Ketua Kadin Kota Tangsel Mizz Parhadiba tanpa rasa canggung dan penuh percaya  diri turut merpersembahkan sebuah puisi dengan judul ,” Antologi Jiwa Setengah Mati”.
Ireng Halimun Seniman yang cukup dikenal dikalangan  Para Seniman yang menyampaikan kepada Awak Media,”   Buat saya ini suatu hal yang positif bagi pengembangan apresiasi maupun wawasan seni kepada Masyarakat jadi tempat-tempat seperti inilah menjadi semacam ukuran suatu daerah itu berhasil atau tidak memperhatikan soal Seni dan Kebudayaan tanpa ini sulit diukur lagi, dengan adanya acara ini   Masyarakat bisa langsung berhadapan dengan Para Peseni atau Seniman secara  langsung.
Dengan Tetep memberikan support kalau memang dalam anggaran APBD ada yang perlu disalurkan pendana untuk kesenian harap disalurkan dengan benar dan kalaupun memang belum harap pasilitas tempat pertunjukan itu disiapkan karena seni itu butuh tempat untuk mempertunjukan karya dan seni nya ” pungkasnya.
Sementara itu  ketua DKB yang akrab disapa Capcay dikesempatan yang sama ia menyampaikan ,”  Gerakan seni Tradisional (Gesit) adalah satu gerakan repitalisasi kesenian-kesenian tradisional yang ada di Banten, kita dari Dewan Kesenian Banten bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Provinsi Banten mencoba untuk melakukan pendekatan  kultural  terhadap bagaimana  konsolidasi atau repitalisasi atau semacam pelestarian kesenian tradisional bisa terselenggara dengan baik  dan  menyebar di berbagai titik, khususnya di Tangerang Selatan Yang banyak sekali keseniannya, dan Gesit sudah memasuki episode ke-45 dalam tahapan lokal”  tutup Capcay.
Masih dikesempatan yang sama Ketua Kadin Kota Tangerang Selatan yang juga sebagai  motor penggerak atas  terselenggaranya Gerakan Seni Tradisional Citata dalam keterangan singkatnya menyampaikan  ,” Kegiatan hari ini kegiatan yang beberapa kali citata dengan DKB ‘ bersamaan dengan halal’bihalal bersama para Seniman, mudah-mudahan kedepannya agar lebih maju dan tidak usah liat kebelakang, dan agar bisa mempersembahkan lagi kegiata-kegiatan yang positif dan mengangkat serta melestarikan Kesenian Budaya di Kota Tangerang Selatan.  (Martin)
Area lampiran