Satpol PP Sampang Menggrebek Tempat Karaoke Ilegal

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Untuk meningkatkan ketertiban umum di wilayah kabupaten sampang, terutama balapan liar dan penyakit masyarakat (Pekat) serta tempat karaoke Ilegal. Maka pada hari Sabtu (07/07/2018) sekitar jam 19.00 Wib Satpol PP Sampang yang di pimpin oleh Kabid Penertiban Umum (Hj. Chairiyah,SH.MH) dengan membawa 12 anggota mengadakan operasi penertiban di wilayah Sampang kota, mulai dari penurunan Baleho sampai menelusuri ke tempat karaoke.

” Saat kami beserta anggota melakukan penggrebekan ke lokasi tempat karaoke milik H. Junaidi di Jl. Raya Taddan, Ds. Taddan Camplong, ternyata di situ ada 3 orang wanita beserta laki-laki sedang berkaraoke ria, satu wanita dalam keadaan mabuk berat, kemudian kami masuk ke dalam untuk lebih menelusurinya, ternyata di tempat tersebut ada 4 Kamar untuk “esek-esek” dan 1 ruangan untuk karaoke sambil minum-minuman keras.
Karena untuk keperluan BAP, maka dua wanita tersebut kami bawa ke kantor Satpol PP untuk dimintai keterangannya, dan 2 wanita tersebut berasal dari luar daerah yaitu inisial “LT” (34) asal Dusun Bulangan Ds. Lengkong Kecamatan Mumbul Sari – Jember dan “SB” (36)Dusun/Desa. Jebung Kidul Kecamatan Tlogo Sari – Bondowoso.
Setelah dimintai keterangannya, kemudian kami buatkan surat pernyataan untuk kembali ke daerah asalnya masing-masing dan apabila 1×24 tidak kembali serta berbuat lagi (karaoke) maka wanita kedua wanita itu akan dikenakan denda sebesar Rp. 50.000.000,- dengan tujuan agar wanita tersebut akan mempunyai efek jera kepada mereka “, Ungkap Hj. Chairiyah, SH. MH.

” Saya di Jember memang jadi pemandu karaoke, tetapi karena ajakan dari salah satu teman, maka saya ke sini, kemudian baru 10 hari saya kos di daerah Banyu Asri Kelurahan Banyuanyar – Sampang, saya sudah kena Razia sama petugas Satpol PP, untuk selanjutnya saya pribadi kapok dan tidak mau kembali lagi ke Sampang.

Adapun untuk sekali menemani tamu untuk karaoke, saya di bayar Rp. 100.000,- per malam, sedangkan untuk plus-plusnya (esek-esek) dengan tarif Rp. 150.000,- dengan rincian 100 Ribu untuk saya dan 50 Ribu buat sewa kamarnya “, Ujar “LT” (inisial). Sedangkan temannya yang kena jaring Razia Satpol PP yang bernama “SB” untuk dimintai keterangannya, “SB” tersebut dalam keadaan mabuk berat sampai muntah-muntah akibat minuman keras oplosan, dan akhirnya setelah dimintai keterangan dan menandatangani surat pernyataan, barulah sekitar Jam 23.00 Wib kedua wanita tersebut diperbolehkan pulang oleh petugas Satpol PP Sampang.
#(Is-one)#