Sidang Kasus Pengroyokan Aktivis PN Banyuwangi Tidak Transparan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Banyuwangi : Kamis 5/7 2018. Sidang kasus pengroyokan terhadap aktivis dibanyuwangi sudah sampai pada sidang kedua di pengadilan negeri Banyuwangi pada hari kamis tanggal 5 juli 2018.

Sidang kedua ini digelar secara terbuka di pengadilan negeri banyuwangi dengan agenda pembacaan tuntutan oleh JPU dengan nomor berkas 355/Pid.B/2018/PN Byw.
Dengan ama JPU : SUPRIYADI AHMAD,SH.
Nama Tersangka  : Slamet Widodo Bin Mijan dan Sobik.
Nama korban         : Choirul Hidayanto.
Kasus.                       : Pasal 170 KUHP.

Tetapi dibalik prosesi sidang tersebut ada kekecewaan oleh aktivis banyuwangi choirul hidayanto selaku korban, karena korban tidak dihadirkan atau tidak dipanggil resmi untuk hadir diprosesi sidang tersebut.

Pasalnya pada sidang kedua ini yang digelar diruang sidang cakra secara terbuka agenda pembacaan tuntutan oleh Supriyadi Ahmad,SH. Selaku jaksa penuntut umum (JPU) terkesan tidak transparan.

“Menurut saya ini sidang tidak transparan karena saya tidak dihadirkan dan cenderung ada indikasi”, ungkap Choirul selaku korban. Choirul juga menambahkan “Saya hadir ke pengadilan negeri tanpa surat panggilan dan sudah menemui jaksanya, dan saya sampaikan kekecewaan saya ini terhadap beliau”, tambah Choirul. Dan dari pihak jaksa penuntut umum Supriyadi Ahmad, SH. Melalui telpon selulernya belum bisa dikonfirmasi terkait hal ini. (Team)