PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) “SEKOLAH MENENGAH ATAS” KAB DAN KOTA TEGAL PRIORITASKAN “ZONA WILAYAH”

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tegal : Dalam hal penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di tahun ajaran 2018-2019 ini, seperti di Wilayah Kab/Kota Tegal menerapkan sistem zonasi atau kedekatan Siswa dengan Sekolah. Berbeda untuk jenjang SMK yang tidak menerapkan pola zonasi.

Di Kab. Tegal, Disampaikan oleh Kepala MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMA Kab. Tegal, Dra. Mimik Supriyatin menyampaikan, pembagian Wilayah zona dan daya tampung SMA negeri di Kabupaten Tegal telah ditetapkan. “Untuk zona I minimal 50 persen dari daya tampung berada di Kecamatan Slawi, Pangkah, Lebaksiu, Dukuhwaru, dan Adiwerna,” ungkapnya.

Untuk zona II minimal 40 persen daya tampung berada dari sisa kecamatan yang ada di zona I dan luar zona maksimal 10 persen dari daya tampung untuk pendaftar yang berada di luar ketentuan zona di dalam satu wilayah Provinsi Jawa Tengah. Dia juga menyatakan, untuk proses PPDB SMA secara online atau mandiri bakal dibuka 1 sampai 6 Juli mendatang.

“Sementara pendaftaran online lewat satuan pendidikan telah dilakukan mulai 2 hingga 6 Juli,” jelas Mimik Supriyatin. Untuk itu, bagi calon peserta didik baru dapat mendaftarkan diri secara mandiri melalui internet atau datang langsung ke satuan pendidikan untuk melakukan pendaftaran dengan bantuan petugas pendaftaran. Calon peserta didik SMA dapat mendaftarkan diri dengan memilih paling banyak 4 pilihan peminatan pada 1 satuan pendidikan atau lebih.

Diterangkan pula, calon peserta didik baru dapat memindahkan pendaftarannya dengan cara mencabut berkas pada satuan pendidikan yang telah dipilihnya, dan mendaftarkan pada satuan pendidikan lain di luar satuan pendidikan yang telah dipilih sebelumnya. Dia menegaskan, zonasi adalah pembagian wilayah berdasarkan tempat tinggal calon peserta didik baru, yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Tegal, dan merupakan rangkaian proses dari seleksi penerimaan peserta didik baru.

Begitu pula di wilayah kota Tegal pelaksanaan PPDB juga di buka mulai pada tanggal 2 juli kemarin, dalam pelaksanaanya diharapkan menerapkan aturan yang telah menjadi peraturan Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018, beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai sistem zonasi dalam PPDB 2018 diantaranya:

1. Sekolah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) wajib menerima calon peserta didik berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah dengan kuota paling sedikit 90% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

2. Domisili calon peserta didik yang termasuk dalam zonasi sekolah didasarkan pada alamat pada kartu keluarga (KK) yang diterbitkan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan PPDB.

3. Radius zona terdekat dalam sistem zonasi ditetapkan oleh pemda sesuai dengan kondisi di daerah tersebut dengan memperhatikan ketersediaan anak usia sekolah di daerah tersebut; dan jumlah ketersediaan daya tampung Sekolah.

4. Penetapan radius zona pada sistem zonasi ditentukan oleh Pemda dengan melibatkan musyawarah/kelompok kerja Kepala Sekolah.

5. Bagi sekolah yang berada di daerah perbatasan Provinsi/Kabupaten/Kota, ketentuan persentase penerimaan siswa dan radius zona terdekat dapat ditetapkan melalui kesepakatan tertulis antarpemerintah daerah yang saling berbatasan.

6. Calon siswa di luar zonasi dapat diterima melalui beberapa cara yakni:

a. Melalui jalur prestasi dengan kuota paling banyak 5% (lima persen) dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

b. Alasan perpindahan domisili orangtua/wali atau alasan terjadi bencana alam/sosial dengan paling banyak 5% (lima persen) dari total keseluruhan siswa yang diterima.

7. Sistem zonasi menjadi prioritas utama atau terpenting dalam PPDB jenjang SMP dan SMA. Setelah seleksi zonasi baru kemudian dipertimbangkan hasil seleksi ujian tingkat SD atau hasil ujian nasional SMP untuk tingkat SMA.

8. Untuk jenjang SD, sistem zonasi menjadi pertimbangan seleksi tahap kedua setelah faktor minimum usia masuk sekolah sudah terpenuhi. Sedangkan bagi SMK sama sekali tidak terikat mengikuti sistem zonasi. (Iman)