KOLAM IKAN MILIK SUGENG MEMAKAN KORBAN, TERANCAM PIDANA HINGGA 5 TAHUN

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tulungagung : Komitmen Kepolisian dalam mengungkap kasus tewasnya bocah tersengat aliran listrik di lokasi kolam ikan milik Sugeng warga Desa Gondosuli Kecamatan Gondang yang kebetulan juga Kepala pengairan Seksi Gondang terus ditunggu masyarakat. Menurut IPDA  Samsul Muarif selaku Kanit Reskrim Polsek Gondang saat di konfirmasi di kantornya mengatakan bahwa penyelidikan kasus ini terus berlanjut. Pemberkasan terus dilakukan mulai dari pemanggilan saksi dan juga pengumpulan barang bukti.” Memang kemarin agak terkendala karena Hari Raya Idul Fitri juga padatnya kegiatan pilkada.Namun mulai hari Senin kemarin sudah ada pemeriksaan saksi maupun keluarga korban untuk melengkapinya,”ujarnya.Selasa (3/7/2018).

Dari hasil pemeriksaan sementara diketahui bahwa bocah malang tersebut tewas karena tersengat aliran listrik dari kawat yang dipasang dilokasi kolam ikan milik Sugeng, sewaktu mengejar balon udara.Masih menurut Samsul, dalam kasus ini Sugeng bisa dijerat dengan Pasal 359 KUHP karena kelalaian yang menyebapkan seseorang meninggal dunia dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara .

Misteri kawat yang beraliran listrik yang dipasang dilokasi kolam ikan menjadi pertanyaan masyarakat sekitar kolam ikan milik Sugeng. Menurut keterangan saksi bahwa kawat beraliran listrik tersebut sebelum memakan korban bocah, sudah diperingatkan oleh tetangga sekitar kolam ikan. Jauh hari sebelum peristiwa naas tersebut terjadi, tetangga sekitar kolam ikan milik Sugeng juga mengalami tersengat aliran listrik dari kawat yang dipasang oleh Sugeng. Namun nampaknya peringatan masyarakat sekitar kolam tidak digubris oleh Sugeng sebagai pemilik kolam ikan sehingga peristiwa naas ini terjadi.

Masyarakat sekitar kolam ikan sangat  menyayangkan sikap Sugeng yang mengabaikan keselamatan masyarakat sekitar karena usaha kolam ikan yang sangat luas tersebut tidak ada pagar pengaman.Kolam ikan yang berjumlah puluhan tersebut dibiarkan terbuka sehingga sangat membahayakan anak-anak sekitar kolam. Bahkan sampai berita ini diturunkan Sugeng sebagai pemilik kolam ikan terkesan tidak peduli dengan keselamatan, karena lokasi kolam ikan tetap dibiarkan terbuka tanpa dinding pengaman . (Lgeng)

Area lampiran