Diduga Pungli Pembuatan Program PTSL Prona Diwilayah Kunciran Induk Kecamatan Pinang Kota Tangerang Banten

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tangerang : Program kegiatan pendaftaran tanah sistimetis lengkap atau prona seharusnya dalam pelaksanaan dipermudah atau dengan istilah sporadik, sesuai intruksi presiden yang mencanangkan program larasita, penataan administrasi tentang tanah dengan komitmen tiga mentri mengeluarkan keputusan proses sertipikat masal atau tanah dengan biaya semurah mungkin yaitu seratus lima puluh ribu rupiah (150) tetapi disana sini kenyataan yang ada dilapangan pelaksanaannya masyarakat tetap dibebani lebih dari ketentuan tersebut dengan bahasa biaya untuk mendukung oprasional.

Dimana ada salah satu Kelurahan Kunciran Induk Kecamatan Pinang Kota Tangerang Banten, yang tidak sesuai aturan dari badan pertanahan nasional (BPN) yang sudah memberi aturan atau pedoman bahwa program PTSL atau prona tahun 2018 dengan memakai sistem sporadik dipermudahkan yang dimana tahun 1997 bisa proses langsung tanpa harus akte dan transaksi tanah ditahun 1997 ke atas atau peserta program prona lahir pada tahun itu, untuk mengikuti PTSL atau prona tahun 2018 harus diaktekan lebih dahulu,  sementara yang ada di kelurahan kunciran induk Rt 02/RW 06 Kecamatan Pinang, itu kegiatan tersebut dikeluhkan oleh warga masyarakat calon peserta prona karena ketentuan PTSL atau prona 2018 ,”

Saat ditemui awak Media warta hukum net, Yono selaku warga masyarakat dan Beberapa warga masyarakat RT02/RW06 mengatakan untuk pembuatan atau pengurusan sertipikat program PTSL prona, untuk biaya anggarannya berpariasi  satu juta rupiah, sampai dua juta setiap satu berkas, dan ini sangat dikeluhkan oleh warga masyarakat kususnya masyarakat yang ada di Rt02/06 Kelurahan  Kunciran  Induk  Kecamatan  Pinang  Kota Tangerang Banten, ungkapnya. Hendrik Tobing /dan TIM.