Pekerjaan Bendungan Di Desa Sengkuang Kab. Bengkulu Utara Sudah Dibayar Rp.2,9 Miliar, Ambruk.

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bengkulu Utara : Meski sudah dibayar sebesar 52 persen dari nilai kontrak yang ada atau sekitar Rp.2,9 miliar oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ke pihak kontraktor, namun beberapa bagian dari proyek bendungan di di Desa Sengkuang Kecamatan Tanjung Agung Palik ambruk yang mengakibatkan sebagian bangunan roboh.

Kejadian ambruknya bendungan yang bernilai Rp.5,9 miliar tersebut lantaran diterjang air sungai saat banjir. Proyek bendungan yang digunakan masyarakat sekitar untuk mengaliri ratusan hektar sawah tersebut saat ini pengerjaannya tidak lebih dari 52 persen, padahal negara sudah membayarnya hampir Rp.2,9 miliar. Namun ketika disinggung apakah adanya kelebihan dalam pembayaran proyek bendungan yang tidak bisa bermanfaat secara optimal oleh masyarakat tersebut, PPTK proyek bendungan tersebut Dedi Yuliansyah ST membantahnya.

“Kami sudah menghitung volume pengerjaannya dan sudah kami bayarkan sesuai fakta yang ada yaitu sekitar 52 persen. Perhitungan itu dilakukan sebelum terjadinya kejadian ambruk di beberapa bagian bendungan, malahan pihak dinas PUPR yang hutang ke kontraktor,” ungkap Dedi, Rabu lalu (27/6/2018).

Menurut Dedi bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan penghitungan bersama dengan tim ahli terkait berapa jumlah yang seharusnya dibayarkan ke pihak kontraktor. “Jika memang kita yang berhutang, maka akan kita bayarkan dengan menggunakan uang APBD,” ujarnya.

Namun Dedi tidak bisa menjelaskan dengan detail mengenai sumber dana yang bakal dibayarkan pihak kontraktor karena jika mau dibayarkan dari anggaran 2017, saat ini sudah berakhir. Namun jika mau dibayarkan dari anggaran tahun 2018, Dedi sendiri mengakui tidak ada anggarannya. “Kemungkinan akan kita bayar di APBD-P Tahun 2018,” tutup Dedi. (CW)