Marhaen Djumadi Pahlawane Wong Cilik

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Nganjuk : Seperti elegan namanya yakni Marhaen yang juga pernah di sebut-sebut oleh Presiden pertama Republik Indonesia yakni seorang petani kecil yang menginspirasi presiden Soekarno dan sempat mendengungkan nama Marhaen dalam pidato pembelaan Indonesia Menggugat.

Inilah yang juga tampak dalam diri seorang Marhaen Djumadi Calon Wakil Bupati Nganjuk pasangan Novi Rahman Hidayat dalam peran dirinya sebagai pembela para orang kecil (kawulo alit). Salah satunya adalah menjadi pembina Pedagang Kaki Lima Kabupaten Nganjuk saat berikan support atau semangat kepada seluruh masyakat dengan hiburan berupa pertujukan/pagelaran seni tari rakyat kuda kepang atau yang akrab di sapa Jaranan Samboyo Putro. Lewat salah satu kader militan pasangan nomor urut satu Novi Marhaen . Di Lapangan Desa Patihan Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk pada selasa malam 19/6/18.

Kang Marhaen , saat di temui di sela tajuk tersebut ” memaparkan ” bahwa maksud kedatanganya serta diadakannya acara seperti ini adalah tentunya ya sarana untuk bertemu dengan masyarakat bertegur sapa,silaturahmi dalam suasana kemenangan hari Raya Idul Fitri, dan tidak terkesan melulu mengenai kampanye, pemaparan program, dan lain sebagainya. Sebab dengan seperti ini juga berikan suasana kekeluargaan yang nikmat,dan bersahaja juga menguntungkan bagi para pedagang kaki lima tentunya yang dagang di tempat ini. paparnya.

” Yah gak selalu kampanye lah. Saya kan juga orang kecil ,sama lah toh ini masih di suasana Idul Fitri kan juga sekaligus silaturahmi dengan berbagai orang yang hadir disini. Selain itu, saya inikan juga pembina PKL ya jelas, dengan adanya momentum kayak gini, bisa di pakai area jualan. Di konfirmasi prihal bagaimana nanti nasib PKL ketika dirinya menjabat, dirinya mengatakan bahwa akan di atur sebaik mungkin yang tidak merugikan pihak manapun baik pedagang,pemerintah bahkan pembeli. Jadi nanti kita atur yang jelas sebaik mungkin lawong saya pembina saya ya paling tahu kebutuhan orang-orang yang saya bina ” Tangkasnya [sembari tawarkan secangkir kopi kepada seluruh para orang yang duduk bersamanya di salah satu lapak pedagang]. (Hendro/ Tian)