Seorang Bocah Tewas Akibat Main Petasan Kembang Api

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Pengawasan dan bimbingan orang tua terhadap itu memang penting sekali, karena jika sedikit saja orang tua teledor, bisa-bisa dapat membahayakan dan berakibat fatal terhadap anak kita, contohnya yang terjadi di kabupaten Sampang, seorang anak bermain petasan atau mercon kembang api tanpa pengawasan dan bimbingan orang tua, maka pada hari Kamis sekitar 20.47 Wib, di saat umat Muslim sedang bersuka cita menyambut hari kemenangan yaitu Idhul Fitri 1439 H, ada bocah perempuan berinisial RS (10 Th), yang bertempat tinggal di Dusun Betan Laok Desa Taman Sareh-Sampang, tewas secara mengenaskan akibat bermain mercon petasan sejenis kembang api, dan sempat dilarikan ke RSUD Sampang, tetapi nyawa korban tidak dapat tertolong lagi.

Menurut keterangan dari pihak petugas RSUD Sampang menyatakan bahwa ” korban tewas yang bernama RS (inisial) saat dibawa ke IGD masih dalam keadaan bernafas, tetapi sebelum ditangani secara medis dan sekitar 2 menit korban langsung menghembuskan nafas terakhir atau meninggal “, Ujar salah satu perawat jaga RSUD Sampang.

Kemudian pihak awak media langsung mendatangi ke TKP yaitu ke rumah korban untuk mengkonfirmasi, dan salah satu pihak keluarga korban menceritakan kronologis kejadian tersebut,” Pada saat sekitar 17.30 yaitu setelah Adzhan Maghrib dan berbuka puasa ‘RS’ menuju kamarnya dan keluar kamar langsung menuju halaman rumah sambil membawa petasan kembang api, kemudian korban menyalakannya, 1,2,3 kali meledak ke atas, tetapi ke yang ke empat petasan kembang api tidak keluar, dan karena belum juga keluar, maka sama korban dikira sudah mati, akhirnya karena merasa penasaran ditengoklah petasan itu, tetapi naas waktu di intip ternyata petasan kembang api langsung meledak dan mengenai ke diri korban, sehingga kepalanya hancur dengan sangat mengenaskan “, Ungkap salah satu kerabat korban.

Sedangkan waktu kejadian, orang tua ‘RS’ yang bernama Abdus Salam dan Nasulah melihatnya dan langsung membawa ke RSUD Sampang, tapi sayang nyawanya sudah tidak dapat tertolong lagi. ” Saya menyesalkan dan miris sekaligus berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa korban, ini merupakan suatu pelajaran dan peringatan dan juga sekaligus menghimbau khususnya kepada para orang tua yaitu janganlah sekali-sekali membelikan sejenis mercon apalagi yang berdaya ledak tinggi kepada anak-anak terutama di bawah umur, alangkah baiknya putra-putri kita itu dibelikan barang-barang yang sifatnya berguna serta berfaedah, sedangkan untuk langkah-langkah selanjutnya, kami beserta para anggota Sateskrim akan berkoordinasi untuk melakukan tindakan prefentif berupa sweeping atau penertiban secara tegas terhadap penjual agar tidak menjual lagi barang mainan anak sejenis mercon maupun petasan yang sifatnya mempunyai hulu ledak “, Kata Kasat Reskrim Polres Sampang (AKP Heri Kuswanto).

Pada saat berita ini dilansir, rumah kediaman ‘RS’ masih ramai dengan orang dan juga kerabat dekat serta para tetangganya, sedangkan kedua orang tua korban yang baru datang bekerja dari Jakarta merasa shock dan tidak sadarkan diri akibat kejadian tersebut, karena selama ditinggal ke Jakarta oleh kedua orang tuanya, ‘RS’ beserta kedua saudaranya di asuh oleh nenek disampang. (Is-one)