Dialog Kebudayaan Betawi  Serta Buka Bersama Dengan Para Pimpinan Padepokan Betawi Kota Tangsel

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tangerang Selatan : Sejumlah tokoh dan para pimpinan padepokan betawi kota Tangerang Selatan yang menghadiri buka bersama serta pertemuan dalam dialog Kebudayaan Betawi Senin ,(11/6/2018) yang bertempat di Aula Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan

Dalam acara ini turut hadir SKPD kota Tangerang Selatan yaitu ,dinas pariwisata yang diwakilkan oleh pak Saeful, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakilkan oleh Stafnya, serta dari anggota DPRD kota Tangerang Selatan yaitu Pak H.Syihabudin Hasyim SH. M. Si  yang sekaligus beliau sekali ketua pansus perda lestarikan seni Budaya Kesenian Betawi di Kota Tangerang Selatan.

Abdul Karim selaku ketua LBB   (Lembaga Budaya Betawi), yang menyampaikan  ” Ia  meminta kepada Warga Betawi khusus Kota Tangerang Selatan untuk bersama sama ikut menjaga harkat dan martabat kebudayaan betawi yang seolah saat ini bukan tuan rumah di kampung sendiri. Serta hingga saat ini ada 125 padepokan yang sudah terdata oleh LBB Kota Tangerang Selatan.

Dirinya pun mengapresiasi jika harapan para pimpinan padepokan  dan budayawan Betawi asal Tangsel mampu memelihara dan melestarikan kesenian dan kebudayaan Betawi yang hampir 99% adalah milik Warga asli Tangsel sejalan dengan program LBB.

Harapannya Padepokan dan Sanggar Betawi Se-Tangsel) sesuai mottonya tetap membina, mengembangkan dan melestarikan  kebudayaan betawi bahkan direncanakan LBB akan menggelar festival Betawi tingkat nasional pada Bulan November mendatang.

Ditempat terpisah tokoh masyarakat,  pegiat Budaya Betawi serta anggota DPRD Provinsi Banten asal Kota Tangerang Selatan,  Haji Rully yang menyampaikan “saya sangat mengapresiasi peranan LBB mengakomodir seluruh sanggar dan padepokan betawi yang bertujuan memelihara dari pengaruh budaya lain akibat zaman modernisasi.

” Saya setuju kebudayaan betawi milik warga Tangerang Selatan agar dibina dikembangkan dan dilestarikan sebagai bagian sejarah terbentuknya Kota otonom yang sudah banyak torehkan tinta emas hingga ditingkat Nasional, ” ujarnya. (Martin/Franky)