Pencuri Kayu Pinus Berhasil Diamankan, Polsek Kalipuro Akan Mendalaminya

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bayuwangi : Anggota Polsek Kalipuro, Banyuwangi, berhasil menangkap tiga (3) orang pelaku pencuri kayu, Minggu malam (10/6/2018). Ketiga pelaku tersebut bernama Abdulah, Slamet, dan Paisol Adi Sanjaya. Ketiganya diketahui warga Lingkungan Suko Desa Gombengsari Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi.

Hal tersebut dibenarkan oleh anggota Polsek Kalipuro, Brigpol I Putu Pande, SH. Menurutnya, kayu yang dicuri ketiga tersangka adalah kayu jenis Pinus dan Damar.

“Dari hasil pemeriksaan, ketiga tersangka mengakui telah menebang, mengangkut, dan membawa (mencuri) kayu tersebut dari kawasan hutan gombengsari,” ungkapnya. selaku penyidik yang menangani perkara tersebut.

Putu juga mejelaskan bila kepolisian akan terus mendalami perkara tersebut. “Perintah pimpinan, karena saat ini Lembaga Pemasyarakatan (LP) sedang libur, maka ketiga tersangka untuk segera dititipkan ke rutan Mapolres Banyuwangi, Jawa Timur,” lanjutnya.

Hal senada disampaikan Kapolsek Kalipuro, AKP Sudarmaji, SH, MH. Menurutnya, awal mula penangkapan berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat.

“Awalnya anggota kita mendapat informasi dari masyarakat bila ada kendaraan yang sedang memuat kayu dimalam hari. Dengan adanya informasi tersebut, anggota langsung bergerak cepat ke lokasi, dan berhasil menangkap pelaku pencurian kayu beserta barang buktinya,” jelasnya.

Selanjutnya, Sudarmaji menerangkan bila masyarakat memang sering memberikan informasi adanya pencurian kayu. “Info pencurian kayu memang tidak hanya kali ini saja, tetapi kita butuh waktu untuk memantau (menyanggong), dan kali ini kita berhasil meringkusnya. Dari penangkapan berhasil diamankan barang bukti satu kendaraan mobil truck beserta kayu yang diangkut dari hasil pencurian” tambahnya.

Lebih lanjut, Sunardi selaku KSS Komper Perhutani Banyuwangi Barat, mengatakan dirinya telah mengetahui adanya penangkapan 3 pelaku pencuri kayu, dan diketahui kayu yang dicuri berukuran panjang potongan kurang lebih 60 Cm dengan total jumlah sekitar 4 m3.

“Sementara sampai saat ini pencurian dilakukan murni oleh para pelaku yang tertangkap, tidak ada indikasi oknum dalam perhutani yang ikut berberan dalam pencurian tersebut. Jika kemudian ditemukan ada indikasi oknum dalam, maka harus dibuktikan terlebih dahulu,” terangnya.

Selain itu, Riko Hariyanto selaku Mantri Perhutani diwilayah lokasi TKP (Tempat Kejadian Perkara) mengatakan bila dari ketiga pelaku tersebut ada orang lembaga.

“Palaku ada yang sebagai anggota LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) setempat, jadi saya akan menyampaikan hal ini kepada pimpinan,” katanya.

Sementara, dari hasil investigasi tim media, berdasarkan informasi yang didapat dari narasumber yang bisa dipertanggung jawabkan menyampaikan bila kendaraan yang digunakan untuk mencuri kayu itu berjalan melewati jalan depan rumah mantri atas nama Riko Hariyanto.

“Kendaraan lewat depan rumah mantri, dan pelaku pencurian tersebut ada yang kerabatnya pak mantri dan ada yang memang dalam kegiatan sehari hari dia sering disuruh-suruh oleh mantri (kepercayaannya),” beber narasumber yang namanya tidak mau disebutkan dalam berita.

Dalam kejadian ini tim media akan melakukan invistigasi ke kelompok LMDH dan pihak-pihak terkait untuk mengetahui lebih lanjut adanya pencurian kayu tersebut. (Alif H)