Ketum PWRI : Kasus Menimpa Wartawan Menjadi Satu Perhatian dan Pembelajaran

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bengkulu : Menyikapi kejadian meninggalnya seorang wartawan berinisial MY di Kalimantan Selatan, membuat Ketua Umum (Ketum) Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Dr. Suriyanto PD, MH, MKN angkat bicara. Melalui WhatAap Group PWRI menuliskan bahwasanya kasus yang menimpa wartawan tersebut hendaknya menjadi satu perhatian dan pelajaran, khusus bagi Dewan Pers dalam merekomendasikan karya jurnalistik yang dianggap menyalahi aturan.

Suriyanto meminta agar Dewan Pers harus jelas dan tegas mengatakan bahwa karya jurnalistik tidak boleh dikriminalisasi. Begitupun halnya kepada pihak kepolisian agar lebih cermat dalam menindak dan menjalankan pidana tentang pers, yang tentunya tidak bertentangan dengan kebebasan dan keadilan pers.

“Saya juga menghimbau kepada para media dan wartawan yg tergabung, baik media cetak dan online yang bukan tergolong media mainstream untuk dapat membangun satu kesolidan dalam menjalankan tugas-tugasnya, cermati tentang legalitas badan hukum media nya, juga para wartawan yang harus melengkapi identitasnya serta tergabung di organisasi mana yang jelas tempat nya bernaung,” Ungkap Ketum PWRI Dr.Suriyanto PD, MH, MKN

Sebagai penggiat media dan insan pers, Suriyanto berharap, agar menela’ah terlebih dahulu disetiap kejadian. “Janganlah selalu ribut setelah ada kejadian. Kebiasaan inilah yang harus dirubah. Lengkapi segala sesuatu yang menyangkut tugas media dan jurnalistik sesuai undang-undang agar karya jurnalistik yang kita suguhkan untuk masyarakat tidak mudah dikriminalisasi oleh pihak-pihak yang kita tulis,” ujarnya.

Di zaman now saat ini, lanjut Suriyanto, sangatlah sulit untuk diprediksikan, baik itu subjek ataupun objek yang diberitakan. Meskipun sesuai fakta, namun masih banyak yang tidak menerima kesalahan. “Sebagai insan pers harus benar-benar profesionalitas dalam menjalankan tugas Pers dan tugas organisasi dimana tempatnya bernaung,” pungkasnya.

Kedepannya Suriyanto menghimbau, dengan banyaknya kejadian kriminalisasi pers kaum kecil, maka sudah sepantasnya yang kecil harus bersatu agar lebih kuat ketika melawan kezoliman terkait keadilan dan kebebasan pers, tentunya berdasarkan aturan dan undang undang. Pemerintah harus tegas menegakan kebebasan pers dan keadilannya. (Indra)