Diduga Tidak Lulus Verifikasi Data KPUM: Tim Sukses Pasangan Calon Lakukan Pembakaran Surat Suara

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Pamekasan : Pesta Demokras kampus melalui Pemilihan Ketua Organisasi Mahasiswa (Pemilwa) kampus Institut Agama Islam Negeri Madura (IAIN) hal ini menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa pasalnya sebelum pemilihan berkas yang ada di komisi pemilihan umum Mahasiswa (KPUM) hangus di bakar. Jumat, (08/06/2018) dini Hari.

hasil pantauan wartahukum.net dilapangan “Mereka datang ke tempat pemilihan umum (auditorium) Kemudian-kali menobrak pintu, lalu masuk mengambil semua barang yang ada di dalam Auditorium. setelah sekolompok mahasiswa berhasil masuk dan kemudian mengambil semua barang-barang dan berkas berharga yang ada di auditorium. Kemudian tanpa berfikir mereka langsung membakar tepatnya di depan Aula IAIN Madura.

Idrus panggilan akrapnya saat di wawancarai mengatakan ” kronologi nya Hal itu diduga kuat atas salah satu pasangan calon (Paslon) yang mereka usung di tingkatan Dewan eksekutif Mahasiswa (Dema) diketahui tidak lengkap dalam Administarsi persyaratan yang sudah ditentukan KPUM. “Semuanya berkas milik KPUM dibakar tanpa menyadari berkas itu penting atau tidak,” tambahnya.

Sementara itu, ketua Pengawas Pemilu (Paswaslu) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura Abd Ro’uf membenarkan atas pembakaran terhadap berkasa milik KPUM. Dirinya juga sangat menyayangkan atas tindakan yang tidak menunjukkan sifat mahasiswa dan sangat yang merugikan fasilitas Negara. “Sekolompok mahasiswa datang dengan cara anarkis dan mendobrak pintu masuk aula. Kemudian mereka memaksa untuk mengambil surat suara,” jelasnya.

Ro’uf juga menambahkan, dalam pengrusakan fasilitas dan berkas milik KPUM dan fasilitas kampus merupakan tindakan yang anarkis yang sangat dimerugikan. Dan hal demikian sudah masuk dalam tindak pidana. “Apapun motifnya Panwaslu akan membawa kasus ini ke pimpinan tertinggi kampus dan pengrusakan fasilitas negara harus diusut secara tuntas,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Pasangan Calon (Paslon) yang mendaftarkan diri sebagai calon Presma dan wakil Presma ke Komisi Pemilihan Umum (KPUM) IAIN Madura ada dua pasang Calon (Paslon).Yakni, Ach. Habibi El-kafi (sebagai ketua Presma). Ach Zainuddin (sebagai Wakil Presma) dan pasangan yang kedua Lutfiadi (sebagai ketua Presma) dan Busiriyanto Putra (sebagai Wakil Presma).

Dalam tahap verifikasi data yang dilakukan ketua KPUM dan Panwaslu diketahui salah satu Paslon yakni Ach. Habibi El-kafi (sebagai ketua Presma). Ach Zainuddin (sebagai Wakil Presma tidak memenuhi syarat ketentuan dari KPUM. Dengan tidak melampirkan Surat Keputusan (SK) pernah menjadi pengurus atau anggota UKM/UKM di IAIN Madura.

Rektor IAIN madura mengatakan ” bahwa dirinya masih menunggu kerja Dewan Kehormatan. “Saya masih menunggu kerja Dewan Kehormatan”. Sepintas Mohammad Kosim saat di konfirmasi via Watshap.(Abdur rahman)