KEPSEK SMK PATRIOT BANGSA MANIPULASI DATA SISWA DEMI DANA BOS

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Mesuji : Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Patriot Bangsa Simpang Pematang Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung, Bandi, S. Pd. Telah diduga melakukan manipulasi data siswa melalui laporan data pokok pendidikan (Dapodik) dan berkerja sama dengan operator sekolah tentunya. Demi mendapatkan anggaran bantuan operasional sekolah (bos) pusat mau pun bantuan operasional sekolah daerah (bosda) segala cara di terobos oleh Kepala Sekolah SMK Patriot Bangsa dan operatornya meski sudah menyalahi aturan atau melawan hukum.

Pada saat tim media Warta Hukum Mengonfirmasi kepada operator sekolah, Topik. Guna Untuk mencocokkan laporan data anak siswa-siswi SMK Patriot Bangsa di dapodik tersebut. Karena sesuai hasil investigasi tim kami di lapangan siswa-siswi SMK Patriot Bangsa hanya 8 (Delapan) anak. Operator Topik mengatakan untuk laporan data anak siswa-siswi SMK Patriot Bangsa saya tidak dapat memberitahukan, karena saya hanya mengikuti perintah Kepala Sekolah. Kalau ingin mengetahui lebih jelasnya silahkan konfirmasi dengan Kepala Sekolah Bandi, S. Pd. Bagaimana caranya kami dapat bertemu dengan kepala sekolah tersebut, bahkan Kepseknya tidak pernah masuk sekolah. Kalau untuk itu saya tidak tahu, soalnya saya hanya operator sekolah kalau berkenaan dengan laporan dapodik saya telpon kepseknya. Jelasnya.
Selanjutnya, kami menindaklanjuti ke bendahara sekolah Lisna.

Bendahara Lisna menyampaikan bahwa untuk mengenai data siswa yang saya tahu itu 45 siswa di data dapodik sekolah. Tapi tim kami mengetahui laporan dari data bosda mencapai 105 siswa itu di mana siswanya, sedangkan kami meninjau di dalam kelas hanya ada 8 (Delapan) siswa itu saja hanya kelas XII. Kalau masalah itu saya kurang tahu, saya selaku bendahara di Sekolah SMK Patriot Bangsa tidak pernah tahu dapatnya bos pusat dan bosda berapa dan untuk apa. Masalahkan semua administrasi yag mengelola langsung Kepala Sekolah. Jelasnya.

MKKS Drs. Tatak Arianto mengatakan bahwa Sekolah SMK Patriot Bangsa memang ada di Simpang Pematang. Tetapi kami selaku MKKS untuk SMK Negeri atau Swasta sudah berusaha membina akan tetapi tidak membuahkan hasil yang maksimal. setiap rapat koordinasi (Rakor) kami undang tidak hadir dan kami hubungi tidak aktif memang agak susah di ajak kordinasi kepseknya. Ungkapnya.

Sekolah SMK Patriot Bangsa Simpang Pematang mendapatkan anggaran dana bos pusat sebesar Rp. 147.000.000; (Seratus empat puluh tujuh juta rupiah) pertahun. jadi di setiap triwulan dapat mencairkan anggaran dana Rp. 36.750.000; (tiga puluh enam juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah). sehingga persiswa mendapatkan anggaran sebesar Rp. 1.400.000; (Satu juta empat rarus ribu rupiah) pertriwulannya. Kalau untuk bantuan bosdanya mendapatkan sebesar Rp. 120.750.000; (Seratus dua puluh juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah), pertahun. dan setiap triwulan dapat mencairkan dana sebesar Rp. 30.187.500; dan setiap siswa mendapat anggaran sebesar Rp. 1.150.000. kepala sekolah SMK Patriot Bangsa sudah merugikan uang negara, sesuai aturan yang berlaku kepsek tersebut harus mengembalikan uang tersebut ke negara atau di proses hukum yang berlaku. setelah pemberitaan ini turun, kami berharap pihak inspektorat jadwalkan sidak untuk SMK Patriot Bangsa. (Budi/Red).