Perguruan Surban Putih Memberikan Santunan Kepada Anak Yatim Piatu Dan Kaum Dhuafa

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Salah satu seni bela diri yang merupakan satu-satunya warisan leluhur nenek moyang bangsa Indonesia yang diajarkan secara turun temurun sampai sekarang ini adalah Pencak Silat, dan Perguruan Pencak Silat Surban Putih adalah salah satu perguruan yang masih berdiri dan berkembang di kabupaten Sampang.

Dan pada hari Jum’at (01/06/2018) bertempat di rumahnya Ketua Umum (Ach. Jumadi) yaitu Perumahan Selong Permai, perguruan Surban Putih di bulan Ramadhan mengadakan kegiatan bhakti sosial kemanusiaan berupa pemberian santunan anak yatim piatu dan Kaum dhuafa yang diselingi dengan sosialisasi dari KPUD Sampang tentang Pilkada serentak 2018, pelaksanaan acara di mulai sejak jam 16.00 Wib dan hadir dalam acara tersebut diantaranya, Dewan Penasehat (KH. Sainuri Sidiq), Pengurus beserta anggota perguruan Surban Putih, Dewan komisioner KPUD Sampang (Miftahul Rozaq, SH.i) beserta anggota dan seluruh perguruan pencak silat yang ada di daerah kabupaten Sampang serta para undangan yang hadir pada saat itu.

Dalam sambutannya Dewan Penasehat perguruan Surban Putih (KH. Sainuri sidiq) menjelaskan, ” Pencak silat selain olah raga juga merupakan salah satu gerakan ibadah, karena pencak silat itu sendiri adalah salah satu kesenian yang berfungsi untuk menjaga diri kita dari serangan musuh juga bisa membela orang lain atau kaum yang lemah dan tertindas, selain itu gerakan-gerakan di dalam pencak silat terkandung unsur ritual, sosial, budaya serta unsur keagamaan Islam. Pencak silat itu sendiri terlahir sejak dahulu dan gerakan itu sendiri sudah ada di dalam tubuh masing-masing manusia, bahkan gerakannya di ambil dari binatang, sehingga gerakan-gerakan tersebut, baik yang ada di tubuh manusia, binatang maupun gerakan alam sekalipun, kemudian disatupadukan atau penggabungan gerak hingga membentuk gerakan yang atraktif atau disebut juga dengan Kata lain yaitu jurus yang indah, dane akhirnya kemudian dinamai pencak silat, salah satunya yang berkembang hingga saat sekarang yaitu Perguruan Surban Putih ini “, Ungkap KH. Sainuri Sidiq.

Sedangkan Ketua Surban Putih (Ach. Jumadi) menjelaskan,” Perguruan Pencak Silat Surban Putih ini didirikan serta dibesarkan oleh Guru Besar kita yaitu KH. Makmun Yasin, perguruan itu sendiri merupakan salah satu karya gerakan seni asli dan terlahir dari kearifan lokal pulau Madura, Alhamdulilah perguruan tersebut sampai saat ini berkembang cukup pesat, terbukti selain anggotanya semakin bertambah, juga di tiap-tiap kecamatan sudah ada cabangnya “, Ujar Beliau.

Ach. Jumadi menambahkan,” Di padepokan ini, selain belajar ilmu bela diri pencak silat, kami selaku Ketua juga menanamkan nilai-nilai etika tentang sosialisasi kemasyarakatan, diantaranya acara yang dilakukan pada hari ini yaitu bhakti sosial kemanusiaan berupa pemberian santunan terhadap anak yatim piatu dan kaum dhuafa dengan tujuan selain melatih gerak, kita juga melatih pikiran, otak dan juga hati nurani kepada setiap anggota “, Kata Ach. Jumadi.

Disela-sela acara tersebut, dari pihak awak media Warta Hukum Sampang sempat mewawancarai salah satu Komisioner KPU Sampang (Miftahul Rozaq, SH.i) tentang maksud dan tujuannya mengadakan sosialisasi di acara perguruan Surban Putih itu, dan Beliau mengatakan, ” Kita memang memiliki kewajiban untuk melakukan pendidikan dan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali, karena ini merupakan suatu anjuran serta ketentuan dalam PKPU nomor 8 Th. 2017 tentang Pendidikan pemilih dan partisipasi masyarakat, sehingga KPU akan terus menyentuh beberapa sasaran-sasaran elemen masyarakat, salah satunya Komunitas pencak silat di Sampang, dan Alhamdulilah kami bekerja sama dengan salah satu perguruan pencak silat dalam hal ini Surban Putih, kemudian kami selaku selaku komisioner dari KPU Sampang dengan adanya kegiatan tersebut mengharapkan dari partisipasi pemilih akan dapat terus mengalami peningkatan yang signifikan sesuai dengan harapan yaitu target angka pemilih di Pilkada serentak pada tanggal 27 Juni 2018 Minimal di Kabupaten Sampang 77,5% “, Pungkas Miftahul Rozaq, SH.i.

Dengan adanya masyarakat yang belum masuk ke DPT, Miftahul Rozaq, SH.i mengatakan,” Pemilih yang sudah memiliki E KTP tetapi belum tercatat di DPT, kita akan tetap data dan itu nantinya akan dimasukkan dalam DPTP atau DPH perbaikan, itupun sesuai dengan PKPU nomor 2 Th. 2017 yaitu akan memperoleh hak yang sama sebagai WNI dalam pencoblosan Pilkada serentak 2018 tersebut, tentu saja dari hasil respon yang aktif oleh masyarakat, dengan cara itu bisa memberikan kesempurnaan KPU dalam pendataannya dan kemaren kami telah melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Ke masing-masing kecamatan dengan melaksanakan rekapitulasi turun kelapangan untuk kroscek data ke setiap desa dan ternyata respon dari masyarakat yang tidak masuk kemudian kita catat, selanjutnya kita akan meeping diberbagai TPS sesuai dengan dokumen berupa E KTP yang mereka punyai “, Kata Miftahul Rozaq, SH.i.
Setelah melakukan seluruh kegiatan, acara diakhiri dengan buka puasa bersama, dan dilanjutkan sholat Maghrib berjemaah, sehingga acara berakhir sekitar Jam 18.00 Wib. #(is-one)#