Pentingnya Peningkatan Mutu Ormas Kesbangpol Banyuwangi Gelar Workshop Jurnalisme Damai

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH : Banyuwangi : Guna menciptakan rasa damai yang kini sempat menas akibat adanya terorisme yang menimpa kota surabaya. hal ini rupanya memberi dampak buruk bagi seluruh wilaya di indonesia utamanya Jawa Timur. terlebih Jawa Timur sebagai wilayah terjadinya tindak terorisme pada waktu dekat akan menggelar pesta demokrasi. yaitu pemilihan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada 27 Juni 2018 mendatang.

Walau pemerintah bersama polri telah mencanankan Kami Tidak Takut Teroris. namun bukan berarti semua dapat memberi rasa tenang bagi masyarakat. Apa lagi masih banyaknya media yang belum paham etika atau kode etik jurnalistik. Sehingga dalam penyampayan pemberitaannya sering mengandung sesuatu yang bersikap profokasi maupun mengundang konflik.

Terlebih pada masa ini kita akan di hadapkan dengan pesta demokrasi. sikap independent jurnalis sangat di butuhkan. Artinya jurnalis bekerja sesuai fungsinya tanpa di pengaruhi sifat yang cenderung memihak. hal inilah yang membuat Kesbangpol Banyuwangi perlu membuka sarasehan bersama para anggota jurnalis.

Kamis (24/5/2018) di Aula Hotel Ikhtiar Surya, dibuka sarasehan peningkatan mutu ormas melalui workshop jurnalisme damai. tema yang di ambilpun penulisan berita pemilu damai dan pemberitaan terorisme.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesbangpol menjelaskan pentingnya peranserta jurnalis dalam menciptakan kondisi damai. ” Jurnalis dalam fungsi sebenarnya ada empat. fungsi formatif, Rekreaktif, Kontrol Sosisal, namun paling utama dalam situasi seperti ini adalah fungsi edukatif. walaupun informasi yang di sampaikan wartawan berdasar fakta data realita. namun bila pada akhirny akan menimbalkan dampak resah masyarakat perlu kita ambil tindakan secara tegas.” jelas Kadis Disbangpol Wiyono, M.H, bahkan dalam sambutanya kadis wiyono juga sempat mengutipkan sebuah puisi guna menginspirasi para jurnalis.

“Wartawan cerdas berpandangan luas.”
“Menggali berita dari data fakta dan realita.”
“Pembawaannya lugas dan tidak bias.”
“Apapun yang di ungkap selalu mengedepankan moralitas.”

Baginya Jurnalis merupakan salah satu pilar penting dalam pembentukan Negara. di negara kita yang menganut faham demokrasi terdapat empat pilar di antaranya yang pertama Legislatif, kedua Exskutif, ketiga Yudikatif di pilar ke empat inilah Jurnalis. apalagi bila demokrasinya menganut demokrasi libral, wartawan mengalahkan segalanya. saat ini begitu besarnya keterkaitan jurnalis dalam keberlangsungan negeri ini. maka di butuhkan jurnalis-jurnalis yang paham etika dan mengedepankan moralitas.

Dalam acara yang di ikuti ratusan jurnalis dari berbagai media. juga di hadirkan dua nara sumbaer. Syaifuddin Mahmud selaku Pimred Radar Banyuwangi. dan andi jurnalis SCTV yang saat ini juga sebagai kontributor Metro TV.

Dalam pembawaannya syaifudin mahmud mengingatkan.”saya berharap pada segenap jurnalis untuk tetap memegang teguh kode etik jurnalistik yang tertuang dalam UU No.40 Tahun 1999. Jurnalis juga harus tetap bersikap independent dalam pemberitaan pesta demokrasi yang akan datang. sehingga tidah berpihak pada salah satu politisi atau malah menyudutkan salah satu politisi. saya juga menghimbau pada segenap jurnalis yang terlibat langsung dalam pemilu. harap meninggalkan profesinya sebagai jurnalis.”

Himbauan ini juga di perkuat oleh andi, selain itu andi juga menghimbau. ” jurnalis sudah seharusnya pandai dalam menyaring pemberitaan yang mengandung unsur kekerasan dan bersikap tenang dalam menjalankan tugasnya di lapangan. artinya jurnalis tidak perlu berambisi untuk memburu pemberitaan yang eksklusif. terlebih bila pemberitaan itu berkaitan dengan unsur kekerasa seperti halnya terorisme. karna sesungguhnya tidak ada pemberitaan seharga nyawa.” tegas andi mengingatkan segenap jurnalis yang hadir di aula hoten Ikhtiar Surya. (Gufron)