DINAS SOSIAL SEGERA REHABILITASI RUMAH MBAH SARNI

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Pesawaran : Berawal dari postingan yang membuat tersentuh hati tempat tinggalnya mbah Sarni (75) yang ternyata ini informasi nyata. Rabu, 23/5/2018. Mbah Sarni (75) cuma punya sendok sebiji. Ini bukan kisah, tapi ini realita miris. Mbah Sarni (75) warga Desa Purworejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung.

Di Usia setua ini, dia tinggal sendirian di sebuah tempat tinggsl yang sangat tidak layak, tidur di lantai beralas tikar pandan, karena satu-satunya dipan mbah Sarni (75) sudah rusak. Mbah Sarni (75) sering sakit, dan anak-anaknya entah kemana. Hidup sendirian, dan di tempat yang tidak layak huni seperti ini, hanya ada satu sendok makan, dua gelas buruk, dua buah piring dan sebuah botol sisa air mineral.

Pendengaran mbah Sarni (75)pun sudah mulai berkurang, dan tentu kita bertanya, bagaimana mbah Sarni (75) sehari-harinya mendapatkan makanan.

Ketika di konfirmasi kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung tentang keberadaan Mbah Sarni (75) dengan data yang minim itu, maka di peroleh keterangan bahwa Mbah Sarni (75) kini sedang dalam pembinaan sebagai pelayan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bina Insan Pertiwi Provinsi Lampung, yang di Pimpin oleh ketua M. Irzin Abdullah.

Ketua M. Irzin Abdullah mengatakan kami sudah konfirmasi kepada Kepala Desa Purworejo, Zainal Abidin memang membenarkan bahwa mbah Sarni (75) ini warganya. Kepala Dinas Sosial Sumarju Saeni membenarkan dan selanjutnya mbah Sarni (75) sudah mendapatkan penanganan dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) tersebut, Ungkapnya.

Selama ini Mbah Sarni (75) mendapatkan Program Day-Care dan Home Care dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Lampung. Mbah Sarni (75) sebelumnya mau di rujuk ke Panti Sosial Tresna Wredha namun beliau tidak bersedia. Beliau punya prinsip nganti mati aku gak gelem neng (sampai mati aku tidak mau ke) panti jompo atau ikut anak, biar saja di sini, Katanya. Sumarju menirukan pernyataan mbah Sarni (75) itu.
Menurut keterangan, Mbah Sarni (75) mempunyai anak namun sudah berkeluarga, kondisinya mereka juga masih tergolong miskin.

Mengingat kondisi Rumahnya yang tidak layak huni, maka oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Bina Insan Pertiwi telah di usulkan untuk mendapatkan Program Rehabilitasi Sosial Bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RS-Barulahu) bagi Lanjut Usia (Lansia).

Menurut Kepala Desa Purworejo Zainal Abidin, dalam pelaksanaan RS-Barulahu Lansia tesebut Kades akan mengerahkan segenap Masyarakat untuk bergotong-royong baik tenaga maupun harta sehingga hasilnya Rumah tersebut akan lebih sempurna. Nanti kami akan lakukan gotong-royong untuk membantu membuat rumah mbah Sarni (75), jelasnya. (Budi/Red).