KONSUMEN DIRUGIKAN PT. ANDALAN FINANCE DI LAPORKAN KE POLDA JATIM

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sidoarjo : 22-05-2018. Karena merasa di tipu dan di rugikan oleh PT. ANDALAN FINANCE yang bergerak di bidang pembiayaan (LEASING) dengan cara mengambil 1 unit Mobil Avanza (tarik barang) secara paksa melalui jasa debt colektor, kreditur PT. ANDALAN FINANCE Sidoarjo melaporkan PT. ANDALAN FINANCE dan salah satu karyawan  PT. ANDALAN FINANCE ke Polda Jatim.

Moch. Addan pemohon kredit yang juga pelapor menyampaikan, dirinya membeli Mobil Avanza type E dengan harga Rp. 146 juta ke delear saputra motor, untuk pembayaran dilakukan dengan sistem kredit di PT. ANDALAN FINANCE Sidoarjo, pemebelian dengan DP (uang muka) Rp. 46 juta”

Untuk cicilan saya membayar lewat Supriyono marketing PT. ANDALAN FINANCE Sidoarjo, karena saya tidak tahu apa-apa, dan percaya pada Supriyono setiap bulan saya transfer ke dia, awal pemabayaran berjalan lancar, namun tiba-tiba pada bulan Mei, Mobil saya di rampas dan di minta paksa oleh 4 preman, dengan surat tugas dari PT. ANDALAN FINANCE Sidoarjo untuk mengambil Mobil tersebut, dikarenakan ada tunggakan cicilan selama 3 bulan,” cerita lelaki asal madura ini.

Moch Addan mengatakan lantas dirinya ke PT. ANDALAN FINANCE untuk mengetahui kepastian alasan perampasan mobilnya ternyata pembayaran yang dia transfer lewat Supriyono selama 2 bulan tidak di bayarkan alias digelapkan.” Akhirnya saya memilih jalan tengah dengan membayar cicilan 2 bulan yang belum di bayarkan dan 1 bulan yang belum saya bayar total 3 bulan di tambah bunga dan biaya tarik Mobil sebesar Rp. 5juta, namun pihak leasing menolak dan meminta langsung pelunasan sebesar Rp. 105 juta,” ungkapnya.

Moch. Addan menegaskan pihak leasing meminta dirinya membayar langsung pelunasan jika ingin mobilnya kembali, artinya apayang dilakukan pihak leasing itu seenaknya dan tidak sesuai dengan kontrak kredit yang ada di awal.

“Padahal dalam peraturan menteri keuangan no.130/PMK.010/2012 jelas melarang leasing untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak pembayaran kredit kendaraan, artinya  PT. ANDALAN FINANCE telah menyalahi aturan yang ada, apalagi saat saya sudah berniat baik membayar uang saya yang di gelapkan oleh karyawanya plus bunga dan biaya tarik ternyata malah di tolak dan di minta pelunasan, itu sudah menyalahi perjanjian kredit di awal,” ujarnya.

Moch Addan menuturkan untuk itu dirinya melaporkan khasus yang dia alami ke Polda Jatim dengan perkara perampasan yang di lakukan para debt colektor, penggelapan di lakukan Supriyono dan penipuan di lakukan pihak leasing yakni PT. ANDALAN FINANCE Sidoarjo.

“Laporan sudah saya lakukan, dengan nomor laporan polisi LPB/617/V/2018/UM/JATIM, saya berharap aparat kepolisian mengusut dan menangani permasalahan ini sesuai aturan yang ada,agar ada efek jerrah pada pihak leasing yang sering kali seenaknya sendiri,” pungkasnya. “RYD”