Diduga Penimbunan Solar Illegal Menjamur Di Wilayah Kabupaten Tangerang Banten

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tangerang : Ibarat Jamur tumbuh di musim hujan, satu persatuan muncul Penimbun Bahan Bakar Minyak (BBM) Ilegal yang memanfaatkan BBM Jenis Solar Subsidi Dari SPBU salah satunya milik BOS TOING Dan BOS ADI yang berada di JL. Raya Serang KM 22 Cikupa–Tangerang, depan PT. Jaya Celcon Prima, pas di Pul Truk Atar Lintas Provinsi dan persis di bawah Tower Sinyal, yang bertepatan di Desa Kawidaran, Balaraja, Cibadak,  Cikupa, Kabupaten Tangerang, titik lokasi Koordinat Peta GPS  -6.198559,106 474392.

Lokasi Pul Truk tempat pangkalan solar ilegal Bos Toing. Pantauan d iLapangan aktivitas BBM Ilegal tersebut seolah-Olah tak tersentuh oleh Hukum Ddn tenang-tenang saja. salah satu Sumber yang enggan disebutkan namanya karena takut terancam keselamatannya mengatakan.

Mekanisme Kerja Para Mafia Migas atau Penimbun BBM jenis Solar tersebut memanfaatkan Mobil Bok kepala Biru Bodi Silver Atau Kijang LGX Warna Hijau dan Panter Silver yang sudah di modifikasi sedemikian rupa untuk mengambil BBM jenis Solar Subsidi dari SPBU di Wilayanya, katanya pada Minggu ( 6/5/2018 ).

Kemudian Jika Mobil Helikopter atau Mobil Siluman tersebut Tangki Modifikasinya yang berkapasitas 2 Ton sampai 3 Ton Sudah penuh, Mobil Tersebut Kembali kepangkalan Dan Disedot BBM ilegal yang berada Didalam Tengki modifikasi yang di ambil dari SPBU Tersebut, kedalam Tungku penampung BBM Yang sudah disiapkan Dipangkalan Tersebut.terangnya

Aktifitas Tersebut hampir tiap hari dan bolak balik terus mobil helikopter atau mobil siluman tersebut kedalam pangkalan.Terang sumber yang enggan di sebutkan namanya

Para Mafia Migas atau Penimbun Solar ilegal tersebut membeli BBM Jenis Solar Subsidi Seharga Rp. 5150, yang seharus nya di peruntukan Untuk Masyarakat Umum kebawa Dan kemudian Ditampung Dan Dijual ke industri atau ke proyek Seharga BBM Non subsidi,kalo dikalikan sudah berapa keuntungan yang mereka dapet perhari nya.

Sesuai Undang-Undang Migas No 22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi Pasal 55
Setiap orang yang menyalahgunakan Pengangkutan dan/atau Niaga Bahan Bakar Minyak yang
disubsidi Pemerintah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda
paling tinggi Rp60.000.000.000,00 (enam puluh miliar rupiah).

Masyarakat Berharap Kepada Pihak, Polresta Tangerang, Kepolisian Daerah Polda Banten, Mabes Polri, Pertamina Pusat, Dan BPH Migas Harus Bertindak Tegas Dengan Ada nya aktifitas Penimbun BBM Ilegal Jenis Solar Di Wilaya Balaraja, Kabupaten Tangerang. (Hendrik. T/Sopian)