Pengakuan Deni Saat Diciduk Densus 88

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Surabaya : 16 Mei 2018. Ampun pak ampun saya tidak bersalah,”’ teriak Deniar Faurizal, 28, saat ditodong Densus 88 di rumahnya Jalan Lebak Rejo Utara VII No.47, Tambaksari, Surabaya, Senin (14/5). Siang itu Deni dan kakaknya Boy Arfiansyah, 29, tak menduga bakal diciduk anggota Densus 88 bersenjata lengkap lantaran diduga terlibat aksi teror.

Deni bisa bernafas lega setelah dipulangkan dari Mako Polda Jatim pada Selasa (15/5) Pukul 10.00. Namun kakaknya masih tertahan menjalani pemeriksaan. Penangkapan yang dialami Deni bermula saat ia dan kakaknya sedang ngumpul di ruang tamu rumah milik ayahnya tersebut. Sekitar Pukul 13.00 tiba-tiba gang sempit di kelurahan Gading, Tambaksari itu didatangi anggota Densus 88 yang membawa senjata laras panjang itu langsung menodongkan senjatanya ke hadapan ia dan kakaknya. ”Jangan bergerak kamu tiarap,” ucap Deni menirukan gertakan anggota satuan khusus tersebut, Selasa (15/5).

Dengan wajah pucat akibat ketakutan, Deni dan Boy mengikuti apa instruksi dari anggota Densus 88 tersebut. Kemudian mereka diborgol dan dibawa masuk kedalam mobil. ”Saya dimasukan mobil, berbeda dengan kakak saya dengan posisi mata disekap,” terang Deny yang masih shock.

Deni tak menduga jika ia akan berada di Mapolda Jatim, namun ia tetap tidak mengetahui keberadaan kakaknya meski sudah turun dari mobil dan penyikap matanya dibuka. Namun kekhawatiran Deni berlahan memudar saat ia telah diputuskan untuk dipulangkan ke rumahnya.

”Sesuai surat yang saya baca, saya dinyatakan tidak terlibat dalam aksi teror dan bukan termasuk orang yang dicari,” cerita Deni. Ia juga menceritakan ketika di Mapolda Jatim, ia tidak mendapatkan perlakuan tidak baik seperti yang dibayangkan. ”Cuman ditanyai, malah saya dikasih makan enak dan dibelikan kopi,” imbuhnya. Dalam kesempatan itu, sembari didampingi ayahnya M. Arwani. (Syahril)