Kantor Cabang Balai Besar DAS Bengawan Solo Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Abaikan Keterbukaan Publik

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Ngawi : Efektifitas peraturan yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Undang-Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dan Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang pers, belum sepenuhnya membawah dampak perubahan dalam penerapannya. Meskipun penerapan peraturan dalam Undang-Undang tersebut sifatnya mengikat, namun hal tersebut terkesan terabaikan oleh pihak kantor cabang Balai Besar DAS Bengawan Solo bidang Operasional, dan Pemeliharaan, yang terletak di Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun Jawa Timur.

Terkait Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) merupakan salah satu kegiatan dari Program Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM). P3-TGAI, yang merupakan lanjutan dari Program P4-ISDA yang telah dilaksanakan sejak tahun 2013 dan sekarang berganti nama menjadi P3-TGAI, walaupun demikian maksud dan pelaksanaannya hampir sama yaitu untuk menumbuhkan partisipasi masyarakat Petani Pemakai Air (P3A) dalam kegiatan perbaikan, rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan dan prinsip kemandirian

P3-TGAI merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja irigasi desa guna kesejahteraan petani, peningkatan ekonomi masyarakat sekitar, serta berkontribusi untuk ketahanan pangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan partisipasi petani dalam perbaikan dan peningkatan jaringan irigasi berdasarkan kebutuhan dimana masyarakat dilibatkan dalam pembangunan irigasi kecil dibawah 150 ha dengan melibatkan langsung P3A. Dalam pelaksanaannya kegiatan P3-TGAI didampingi oleh Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Selain itu kegiatan P3-TGAI ini juga merupakan program padat karya tunai, manfaat untuk masyarakat diperdesaan cukup besar karena dapat menambah uang yang beredar dimasyarakat, sehingga diharapkan daya beli masyarakat juga semakin meningkat. Masing-masing lokasi mendapatkan alokasi alokasi anggaran Rp. 200 juta, termasuk untuk pendampingan.

Namun sayangnya dalam hal ini pihak kantor cabang Balai Besar DAS Bengawan Solo bidang Operasional, dan Pemeliharaan (OP) , yang terletak di Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun Jawa Timur. Seolah-olah menutup informasi kepada awak media ini, tentang kegiatan program tersebut. Pasalnya, ketika dikonfirmasi pihak kepala kantor OP atau PPK tersebut, enggan ditemui oleh awak media ini. Melalui koordinator pendamping yang berinisial (Ti), panggilan akrabnya mengatakan,” Bapak sedang tidak ada dikantor karena wilayahnya luas beliaunya muter, kadang di Surabaya, di Bojonegoro, di Pacitan, dan Kadang di Solo,” kata (Ti). Hal tersebut juga berulang hingga beberapa kali ketika awak media ini datang guna untuk konfirmasi dengan waktu, jam, dan hari yang berbeda, jawaban dari Tion juga sama. Ketika disinggung masalah kegiatan P3TGAI tersebut ada berapa titik diluas wilayah Karisidenan Madiun, dan mengapa tidak menggunakan papan nama proyek karena alokasi anggaran tersebut dari APBN yang asalnya juga dari masyarakat, dikatakannya,” mengenai titik-titiknya saya kurang tau, dan tidak berani menjawab karena nanti takut salah, dan saya juga takut di marahin Bapak Kepala, biar nanti Bapak Kepala saja yang menjelaskan kalau sudah ketemu. Kemudian mengenai papan nama proyek, memang dalam perencanaan juga dalam pedoman umum terkait kegiatan tersebut tidak ada arahan dan aturannya,” jelas (Ti). “Leo”