KEGIATAN ADD TAHUN 2018 DIDUGA SALAH BESTEK

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
WH Brebes : Kegiatan bangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah baik ADD,DD dan bantuan keuangan ( BKU ) sudah semestinya disesuaukan atau dilaksanakan berpedoman pada DE atau gambar dan RAB ( rencana anggaran belanja ) yang ada yang sudah dilakukan oleh konsultan atau PU yang secara sertifikasi sudah diakui secara kredibel .
Meskipun begitu tetap saja pelaku kegiatan di desa masih ada yang tidak menyesuaikan Spek atau bestek yang sudah ada seperti hal nya yang terjadi kegiatan ADD tahun 2018 yang peruntukanya untuk kantor TK/Paud di desa Bulakelor kecamatan ketanggungan kabupaten Brebes jateng diduga kegiatan tersebut pemakaian matrialnya tidak sesuai dengan Spek atau RAB nya seperti penggunaan kayu jenis dan ukuranya diduga tidak sesuai penggunaan material kayu yang seharusnya memakai kayu kwalitas no 2 ( Kalimantan ) dan ukuranya untuk kerangka atap Belandar ukuran harusnya 10×12 dan usuk ukuran 5×7 serta Reng setandar tetapi pada kenyataanya diduga tidak sesuai.
Darsono selaku PJ kades desa Bulakelor ketika dikonfirmasi terkait dengan penggunaan material bangunan kayu dan ukuranya mengatakan tidak tau bahkan dia bilang mungkin kayu sawo ( sawontene )dan ketika ditanya soal papan informasi kegiatan kenapa tidak dipasang alasannya menunggu bangunan itu selesai 100%.dan ketika dikejar pertanyaan TPK nya siapa menunjuk Ikwan selaku bendahara desa sebagai anggota TPK dana ADD tahun 2018.sementara di ruang yang sama dibalaidesa Bulakelor ketika Ikwan dikonfirmasi menjelaskan bahwa ketua TPK dari bangunan gedung itu Bayu yang Saat ini tidak ada ditempat dan ketika ditanya anggaran tidak tahu pasti kurang lebih 70juta jawabnya.dan ketika ditanya soal material bangunan mengatakan tidak tahu, nunggu Bayu saja selaku ketua TPK tegasnya. Dan ketika ditanya soal papan informasi agak kebingungan karene faktanya tidak dipasang selama kegiatan bangunan itu berjalan.
Dan disambut salah satu perangkat desa bahwa desa yang penting membangun ada wujudnya.dan itu juga sudah dimonitoring oleh pihak kecamatan Ketanggungan dan katanya tidak ada masalah.
Bagaimana pelaku kegiatan pembangunan dari dana yang bersumber dari uang rakyat atau uang negara ko  kenyataan dilapangan seperti ini juga bagaimana kwalitas bangunan kegiatan tersebut kalau dari pelaku kegiatan yang notabene dilakukan oleh seorang aparatur desa dan diawasi atau dimonitoring oleh pihak kecamatan saja ngomongnya begitu. “Fajar/Jarodin”