Ketua Komisariat Tidak Netral, Wahyu : Boikot Tidak Ada Calon Dari Uinsa

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Surabaya : Minggu (6/5) Pengurus Komisariat mengadakan Konvensi internal PMII dalam rangka menyatukan suara merekomendasikan Calon untuk diusung menjadi Ketua Pengurus Cabang Surabaya pada Konferensi Cabang Surabaya ke XXXIX yang akan dilaksanakan pada tanggal 11-13 Mei 2018 mendatang.

Namun polemik yang berbau politis di internal PMII PK Uinsa Surabaya yang tidak kunjung menemukan titik temu berujung pada pemboikotan pada konfercap tahun ini tidak akan mengeluarkan Calon. sebagaimana dikatakan oleh Sahabat Wahyu selaku Sekretaris Pengurus Komisariat UINSA Surabaya.

“Konfercab tahun 2018 Komisariat UINSA tidak memajukan calon ketua cabang, dikarenakan di komisariat masih banyak perselisihan”, ungkapnya kepada teman media. Selain itu Wahyu juga menuding bahwasanya Ketua Komisariat tidak profesional dan tidak netral dalam menentukan pilihan. Pasalnya, pada konvensi Internal PMII dari 9 Rayon di UINSA Surabaya dan dihadiri 8 (delapan) Rayon dan ada 2 (dua) nama yang akan berkontestasi menjadi ketua cabang surabaya pada konfercap mei mendatang. yakni, Wahyu dari Rayon Ushuludin dan filsafat dan Sulton Arifin dari Rayon adab dan humaniora. hasil konvensi tersebut wahyu didukung 4 (lima) dan ditambah lagi 1 rayon dengan surat rekomendasi yang terstempel basah dan sudah ditanda tangani oleh ketua rayon jadi suara wahyu menjadi 5. Sedangkan Sulton mendapatkan 4 (empat) suara Rayon. namun karena Rayon Adab dan Humaniora merasa tidak puas meminta pemilihan kedua yang juga diamini oleh ketua komisariat dengan pertimbangan yang tidak jelas.

“Dengan diadakannya dan disepakatinya pemilihan ulang ini telah membuktikan ketidak profesionalan dan tidak netralnya serta tidak bijaknya ketua komisariat dalam bersikap (Faiz)”. tegasnya dengan suara lantang.

Sedangkan ketua komisariat faiz membantah bahwa dirinya telah bersikap bijak dan profesional dengan melakukan pemilihan ulang pasalnya surat rekomendasi dari rayon dakwah yg diberikan terhadap Wahyu ini tidak sah.

“saya sebagai ketua komisariat telah bersikap bijak dan profesional lantaran surat rekomendasi Rayon tidak sah, makanya saya putuskan pemilihan ulang dan sulton lah yang menang dengan dengan mendapatkan 5 suara Rayon dan Wahyu 3 suara Rayon sedangkan 1 rayon tidak memilih”. Jelasnya.

Sementara itu Mansur selaku Rayon Ushuludin dan filsafat juga menyatakan apabila Figur yang direkomendasikan oleh ketua komisariat ini diloloskan dalam tahap pencalonan itu tidak sah karena tidak sesuai prosedural. pasalnya acara konvensi internal PMII selesai pada hari senin tanggal (7/5) dan proses penutupan pendaftaran calon ditutup hari minggu (6/5).

Jikalau putaran ke 2 masih dilakukan maka Afdol menegaskan : Apapun keputusan putaran ke 2 tdk akan setuju dikarena putaran pertama itu sah dan sesuai dg administasi. Dan kalau dilanjutkan berarti faiz sebagai ketua komisariat emang benar memihak kepihak sebelah lantaran dirinya berasal dari rayon adab dan ketidak bijaksananya faiz dalam mengemban amanah sebegai ketua komisariat.

“apabila calon yang direkom oleh ketua komisariat itu diloloskan dalam tahap pencalonan oleh pihak panitia konfercab itu tidak sah karena tidak sesuai prosedural, karena acara konvensi internal PMII selesai pada hari senin tanggal (7/5) dan proses penutupan pendaftaran calon ditutup hari minggu (6/5)”, tegasnya memperjelas. (AAR)