Pemandu Jalan Atau Pak Ogah di Nganjuk diduga Hina Lambang Negara

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Nganjuk : Seorang pemandu jalan di Desa Plosoharjo Kecamatan Pace diduga lakukan penghinaan terhadap sang saka Merah Putih yang dipakai tak semestinya . Yakni dengan mengaitkannya di tiang pemandu yang takkala mengapar dijalan .

Hal ini pertama kali di ketahui oleh pihak Warta Hukum .net ketika melihat hal janggal saat melintas di salah jalan tersebut. Yang memang jalurnya sedang di pandu oleh beberapa orang warga, sebab adanya proyek plengsengan di sungai setempat tepat seberang jalan,pada selasa 24/4/18 .

Padahal seperti diketahui dalam Undang-Undang 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan, bendera, bahasa, dan lambang negara, serta lagu kebangsaan Indonesia merupakan simbol kedaulatan dan kehormatan negara, serta simbol identitas wujud eksistensi bangsa dan negara.

Dalam Pasal 57 UU 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan. Disebutkan Setiap orang dilarang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara. Menggunakan Lambang Negara yang rusak dan tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukuran.

Membuat lambang untuk perseorangan, partai politik, perkumpulan, organisasi dan/atau perusahaan yang sama atau menyerupai Lambang Negara,dan menggunakan Lambang Negara untuk keperluan selain yang diatur dalam Undang-Undang .

Dengan ancaman hukuman pidana bagi pelanggarnya diatur Pasal 68 UU 24Tahun 2009, “Setiap orang yang mencoret, menulisi, menggambari, atau membuat rusak Lambang Negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan Lambang Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 huruf a, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp500.000.000,00. Saat mencoba di temui mengenai prihal ini,’pengguna bendera tersebut,tidak mau menyebutkan namanya beserta rekan-rekannya langsung melipat bendera tersebut dan diam . (Tian/ Hendro)