Peran Empat Pilar di Tahun Politik

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Nganjuk : Anggota , DPR RI A-289 M.Suryo Alam,Ak,MBA gelar sosialisasi empat pilar kebangsaan dan rapat dengar pendapat bersama masyarakat setempat. Di Pendopo Desa Nglundo , Kecamatan sukomoro, pada Minggu 15/4/18. Ke empat pilar kebangsaan itu sendiri yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika perlu terus disosialisasikan agar masyarakat selalu ingat arti pentingnya pilar kebangsaan tersebut.

Melalui sosialisasi, setidaknya pihaknya dapat memberi pemahaman bagi masyarakat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Lebih dari itu berbagai konflik yang sedang maupun yang akan terjadi di negeri ini ,agar dapat diredam atau diselesaikan dengan seksama.

Ini juga merupakan suatu upaya untuk mencegah berbagai konflik yang cenderung terjadi di daerah-daerah di Indonesia . Berujung dapat memecah rasa persatuan dan kesatuan bangsa, ” ujar Ungkap Mantan Bacabup Nganjuk ini.

Peserta sosialisasi yang tidak lain merupakan warga sekitar menyambut baik hal ini. Sebab selain menambah wawasan juga memberi pengertian sendiri tentang pentingnya empat pilar tersebut. Acara dengan tajuk “Rapat Dengar Pendapat” tersebut ,juga di bubuhi salah satu titipan dari MPR melalui M Surya Alam. Agar sosialisasi empat pilar yang Kebetulan bersamaan tahun-tahun pemilu. Ada baiknya masyarakat itu diberi pencerahan tentang Kenapa pentingnya berpartisipasi di dalam pemilu. Supaya menghasilkan pemilu yang berkualitas,adil,jujur dan bermartabat. Baik dalam Pilbup,Pilgub maupun Pilpres 2018-2019.

Terpisah, Agus Ketua KPUD Nganjuk dalam sambutannya “mengatakan “. Sosialisasi empat pilar kebangsaan yang dikaitkan dengan pemilu adalah bagian proses yang tidak terpisahkan,’ dari upaya menjaga empat pilar itu sendiri. Jika ditelaah lebih jauh ada keterhubungan antara Bagaimana pemilu yang bersifat martabat berintegritas lewat kesepahaman pilar-pilar demokrasi tersebut.

Sebab ,pilar demokrasi yang sudah disosialisasikan, dapat melekat pada pribadi masing-masing masyarakat . Yang kemudian di implementasikan dalam kesadaran berdemokrasi yakni seperti dalam pemilu ( pemilihan umum) menggunakan hak pilihnya alias tidak golput. Dan dapat memilih pemimpin ,yang benar-benar mampu memimpin wilayahnya baik daerah maupun nasional. Tanpa adanya iming-iming sesuatu yang dapat merubah hak pilihnya itu sendiri. “Papar Agus . (Hendro)