Hanya Pakai e-KTP, Warga Lubuklinggau Boleh Berobat Gratis

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Lubuklinggau : Program berobat gratis bagi masyarakat di Kota Lubuklinggau, terutama bagi warga yang tidak mampu dengan hanya menunjukkan e-KTP yang dicanangkan Pasangan Calon (Paslon) No Urut 3 Walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau, H. Rustam Effendi-Riezky Aprilia menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Betapa tidak, rumitnya mendapatkan pelayanan berobat gratis bagi warga kurang mampu selama ini, nampaknya akan terselesaikan saat program ini resmi dijalankan. Namun, mampukah Paslon ini merealisasikan hal ini saat mereka terpilih nanti?.

Calon Wakil Walikota Lubuklinggau, Riezky Aprilia dalam berbagai kunjungan ke sejumlah wilayah dalam rangkaian Kampanye Dialogis-nya menegaskan, seluruh masyarakat Kota Lubuklinggau nantinya wajib mendapatkan pelayanan ini. Program ini, diakui Riezky bukan asli program yang dicetuskan pihaknya, sebab beberapa daerah lain telah menerapkan hal ini demi kepentingan masyarakatnya.

“Dengan kemampuan APBD Kota Lubuklinggau dan nantinya dilengkapi sarana dan prasarana penunjang, warga Kota Lubuklinggau terkhusus warga yang tidak mampu akan mendapatkan pelayanan berobat gratis hanya dengan menunjukkan e-KTP. Ini bukan program asli kita, karena ada daerah lain yang telah menerapkan dan akan segera kita  terapkan di Kota Lubuklinggau. Karena, masyarakat yang sedang susah, jangan ditambah susah dengan panjangnya proses di birokrasi. Ini mampu dijalankan,” tegasnya, Kamis (5/4).

Kiki, sapaan akrab satu-satunya kandidat perempuan di Pilkada Kota Lubuklinggau kali ini, tak main-main dengan program yang ia susun untuk masyarakat Kota Lubuklinggau. Sejumlah program, bahkan menjadi perhatian publik karena dinilai menjadi solusi dalam sejumlah permasalahan sosial dan ekonomi di masyarakat. “Misalnya tunjangan bagi Ketua RT sebesar Rp. 1 juta/bulan. Yang seperti ini kan perlu, karena kalau Ketua RT-nya selalu menggunakan dana pribadi dalam melayani masyarakat, saya jamin tidak akan begitu maksimal. Termasuk juga, honorer atau insentif bagi guru ngaji yang perlu ditingkatkan. Sementara, kalau untuk peningkatan
ekonomi warga, akan kita dorong melalui program Rumah Produktif Rp. 1 Milyar/Kelurahan/Tahun. Kita suntik semangat warga dengan pemberdayaan produk lokal yang dapat mereka hasilkan,” jelasnya.