DPUPR Gelar Bimtek TFL Dengan Program DAK Sanitasi

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Bengkulu : Pemerintah Kota Bengkulu Bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kota  Bengkulu, menggelalar acara Bimbingan Teknis Bagi Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL)  dalam Program Dana Alokasi Khusus Sanitasi Kota Bengkulu bertempat di Hotel Nala SieSide Bengkulu. Kegiatan ini sebagai upaya memaksimalkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, yang berkaitan dengan sanitasi, air bersih kondisi lingkungan dan lainnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Bengkulu, Marjon, Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Syafriandi, serta undangan lainnnya. Dalam kesempatannya, Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu, Syafriandi, mengungkapkan, ada beberapa daerah yang terdata dalam TFL, yakni sekitar lima kecamatan dengan dua puluh TFL. Masing-masing Sepuluh pelaksana teknis dan Sepuluh bimbingan administrasi. Adapun lima Kecamatan tersebut diantaranya, Kecamatan Ratu Samban, Ratu Agung, Selebar, Teluk Segara dan Kampung Melayu.

Sedangkan anggaran dana DAK Sanitasi sebesar Rp.10,2 Miliar dengan pelaksanakan tahun 2018 sudah berjalan. Diharapkan pelaksaannya berjalan tepat waktu dengan dua puluh titik pembangunan yakni enam pembangunan Instalasi Pengelolahan Air Limbah (Ipal) dan empat belas pembangunan Ipal Komunal dan MCK plus-plus yang dilengkapi oleh fasilitas Kamar mandi.

“Kita targetkan untuk pelaksanaan selama tujuh bulan dan ini masih banyak yang harus kita ajukan lagi baik kelurahan maupun penambahan di kecamatan agar semuanya memiliki Ipal ,” Ungkap Kadis PUPR Kota Bengkulu, Syafriandi. Sementara itu, Sekretaris Daerah (Setda) Kota Bengkulu, Marjon, mengatakan, terkait baru beberapa kelurahan yang terpernuhi maka hal itu bukanlah permasalahan, tapi memang itu kemampuan pusat dengan mempertimbangkan skala prioritas yang mana harus kita bangun terlebih dahulu dan yang tau hanya dinas PUPR. “Kita berharap agar para fasilitator  dapat menyampaikan pada masyarakat bahwa pembangunan  itu hadir karena sesuai dengan kebutuhan masyarakat maka dari itu sayangi dan jangan dirusak,” Singkat Marjon. (Indra).