Pengusaha Pulsa Se- JATIM Tolak Kebijakan Menkominfo Terkait 1 NIK 3 Simcard

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
WH Surabaya : Terkait kebijakan Menkominfo-Rudiyantoro-red, perihal kebijakan dan aturan pengguna simcard “one NIK 3 simcard” , hari ini Massa dari KNCI (Kesatuan Niaga Celluler Indonesia) menggeruduk Gedung DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura Surabaya, Senin (2/4/2018).
Di depan hadangan pagar kawat berduri dan sejumlah barikade petugas kepolisian, para korlip aksi nampak berorasi. Massa KNCI ini berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur.
Dalam orasinya, massa menuntut agar :
1. Menghapus aturan ” One NIK 3 simcard.
2. Copot Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Mereka menganggap, Rudiantoro telah membohongi pengusaha agen pulsa pada keputusan Dirjen PPI pada 7 November 2017 lalu.
“Hapuskan pembatasan “one NIK 3 Simcard, yang mematikan konter pulsa UMKM,” teriak salah satu perwakilan KNCI asal Lamongan. Dalam aksinya, massa menggunakan dua mobil komando yang mereka pakai untuk panggung orasi. Massa nampak memadati Jalan Indrapura dan menutup hampir separuh jalan tersebut. Massa juga membentangkan sejumlah banner dan poster tuntutan.
Hingga pukul 11.00 Wib, sampai berita ini di turunkan,  perwakilan massa belum diterima oleh anggota DPRD Jatim. Sebab diinformasikan, anggota DPRD Jatim masih menggelar rapat rutin. “Tolong jangan matikan usaha kecil kami ini Pak. Anak istri kami mau makan apa. Tolong hargai perjuangan kami. Kami mencari nafkah hasil 500 rupiah,” mengapa masih dijadikan tumbal kebijakan…,sahut perwakilan KNCI dari Mojokerto.
Dalam tuntutannya, mereka menganggap bahwa pembatasan 1 NIK 3 Simcard akan mengakibatkan sejumlah hal dan merugikan pengusaha pulsa yang selama ini digelutinya, diantaranya pengusaha pulsa dalam hal penjualan kartu perdana, pulsa dan lain2 turun drastis, belum lagi jika konsumen membeli kartu perdana di counter, mereka harus membawa ktp dan KK segala, masyarakat dipaksa dan terpaksa membeli pulsa dengan harga mahal, sedangkan dari operator sendiri masih ada pembatasan masa aktif dan segala macam kebijakan lain,  jika hal ini terjadi, kedepan pasar seluler Indonesia hanya akan dikuasai oleh segelintir pemodal besar karena konter selaku UMKM mati, kata salag satu Korlip yang tidak mau disebutkan namanya. Harapan kami selaku UMKM kecil, jangan jerat kami dengan aturan dan kebijakan yang justru akan mematikan usaha kami selama ini. WH (hamittabachan).