RENDRA KRESNA : POLITIK VERSUS POLITISASI DALAM KONTESTASI POLITIK INDONESIA SAAT INI

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Malang : Memasuki tahun politik yang bertepatan pemilihan Pilkada 2018 secara serentak di Indonesia, masyarakat terutama mahasiswa harus lebih bijaksana dalam mendukung pesta demokrasi.

Karena itu, Universitas Merdeka Malang menggelar seminar nasional bertajuk Politik Versus Politisasi dalam Kontestasi Politik Indonesia Dewasa Ini yang digelar di Gedung Rektorat Universitas Merdeka Malang, Selasa (27/3/2018).

Dalam acara tersebut mendatangkan narasumber hebat yaitu Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna sekaligus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem Jatim, Rektor Universitas Merdeka Malang, Prof Dr Anwar Sanusi, Pengamat Politik, Freddy Hasiman dan dipandu moderator dari Dosen Fisip Unmer, Yustina Ndung.

Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna mengatakan seminar politik dan politisasi ini untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat terutama mahasiswa bahwa tujuan politik yaitu untuk menciptakan penataan pemerintahan menjadi lebih baik.

Politik itu memang sebuah kepentingan untuk menciptakan kondisi masyarakat menjadi lebih baik. Tinggal siapa yang menciptakan, politik itu seni yang harus dilakukan,kata Rendra Kresna di hadapan ratusan mahasiswa Unmer yang ikut dalam acara seminar tersebut.

Lebih lanjut Rendra Kresna mengatakan bagaimana masyarakat harus bersikap untuk menyikapi dan menyambut pesta demokrasi tersebut.

Jadi masyarakat dan mahasiswa atau generasi muda harus hadir memberikan penilaian kepada politik itu. Agar pesta demokrasi berjalan dengan damai dan aman, ungkap Ketua DPW Partai Nasdem Jatim itu.

Menurut kacamata Rendra Kresna sendiri bahwa politik saat ini dengan perkembangan kemajuan teknologi ada sebuah kerancuan. Dimana maraknya berbagai informasi di media sosial tentang berbagai informasi yang masih belum tahu kebenarannya apakah sebuah fakta atau tidak benar (hoax).

Jadi masyarakat harus lebih waspada menyikapi pemberitaan dan informasi di berbagai media sosial. Takutnya media itu dimanfaatkan oknum tak bertanggungjawab untuk kepentingan sendiri yang mengarah politik, tegas suami Hj. Jajuk Rendra Kresna itu.

Karena itu Rendra Kresna menyampaikan masyarakat harus lebih jeli dalam penggunaan medsos untuk politik, karena masyarakat lebih cenderung menyukai percampuran antara opini dan fakta dalam berbagai informasi di medsos.

Masih kata Rendra Kresna bahwa sekarang ini ada beberapa politisi tidak memiliki kemampuan track record di bidang politik, tapi bisa menjadi seorang politisi.

Sekarang dengan uang mereka yang tidak memiliki kemampuan bisa diangkat dan terjun ke dunia politik, hanya karena opini di media sosial. Ini jangan sampai terjadi dan politisasi jangan mengkaitkan dengan isu agama, suku dan sara yang dapat menghancurkan Kebhinekaan Tunggal Ika,pesan Rendra Kresna.

Sementara itu Rektor Unmer Malang, Prof Dr Anwar Sanusi yang mengungkapkan acara seminar ini pihaknya mengundang Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna karena memiliki pengalaman yang sudah cukup untuk berbagi ilmu dengan para mahasiswa Unmer.

Kami mengambil tema ini karena mengangkat tahun 2018 dan 2019 adalah pesta demokrasi. Kalau tahun ini pemilihan Pilkada serentak dan tahun depan Pemilihan Presiden, kata Anwar Sanusi.

Dalam konstestasi politik seperti ini, menurutnya biasanya politisasi itu menjadi perdebatan atau kontroversi dalam politik di Indonesia.

Politisasi tahun ini jangan sampai ada isu sara yang bersifat merusak politik tersebut. Pihaknya berharap mahasiswa bisa terlibat langsung dalam kontestasi politik di Indonesia.

Peran mahasiswa sebagai kontrol tidak boleh ikut politik praktis secara langsung, hanya menyampaikan inspirasi dari masyarakat yang disampaikan melalui berbagai media, terangnya.

Dengan harapan masyarakat dan mahasiswa makin sadar bahwa berpolitik itu sifatnya baik saja asalkan tidak dipolitisasi. (Kie)