PEMDES KEDUNGWILUT SUDAH MAKSIMAL USAHAKAN KESEJAHTERAAN WARGANYA

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Tulungagung : Sudah beberapa hari ini nama Sukini(56) warga Desa Kedungwilut RT 01 RW 01 Kecamatan Bandung menjadi topik hangat di MedSos seputaran warga Tulungagung. Berawal postingan yang diduga tetangga Sukini yang membahas tentang ketiadaan alat transportasi sepeda untuk digunakan anaknya pergi belajar ke Sekolah, rasa simpati masyarakat seakan tergugah. Namun sangat disayangkan dari rasa simpati tersebut,ada beberapa ungkapan yang berubah menjadi cemoohan dan hujatan terhadap Pemdes Kedungwilut.

Samadani HS selaku Kepala Desa Kedungwilut saat dikantornya membantah bahwa selama ini tidak memperhatikan kesejahteraan warganya. “Saudara Sukini tersebut, selama ini menjadi prioritas untuk mendapatkan semua program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan hidupnya. Semua program pemerintah seperti KIP, PKH, KIS, Raskin, dan Rasdi serta program bedah rumah sudah diberikan untuk menunjang kesejahteraannya. Untuk Tahun 2018 ini juga direncanakan diikutkan program bedah rumah untuk yang kedua kalinya dan sangat tidak benar bahwa kami tidak memperhatikan kesejahteraan warga “, ungkapnya. Kamis, 22/3/2018.

Sementara itu Sukini saat kami temui dirumahnya mengungkapkan bahwa selama ini tidak merasa kekurangan dalam menjalani kehidupannya. Semua program dari pemerintah sudah dia dapatkan dan juga bantuan dari para tetangga serta keluarga, bahkan sekarang ini juga mempunyai tabungan. Terkait dengan alat trasportasi sepeda yang diperdebatkan memang belum mempunyai karena alasan jarak sekolah dengan rumahnya hanya beberapa puluh meter saja. dan jika memang dari pemerintah akan memberikan sumbangan sepeda, dia akan menerimanya.Terkait alat transportasi tersebut Putut Riyanto perwakilan dari Dinas Sosial wilayah Kecamatan Bandung akan memberikan sumbangan satu unit Sepeda angin untuk dapat digunak oleh anak Sukini. Untuk menunjang kelangsungan jenjang belajarnya Sekolah Tsanawiyah Al-Huda Bandung juga siap menerimanya dengan biaya gratis. (Langgeng).