Kini Biaya STNK di Hapus

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Pamekasan : Berawal dari gugatan Noval Ibrohim Salim pada awal 2017 tentang PP No. 60 Tahun 2016 ke MA. Dia menggugat tiga ketentuan yang diatur dalam PP tersebut.
Pertama, ketentuan soal pengenaan tarif pada pengesahan STNK yang diatur dalam Lampiran No D angka 1 dan 2 PP tersebut.
Kedua, ketentuan soal pengenaan PNBP pada pengesahan STNK yang diatur dalam Lampiran E angka 1 dan 2.
Serta ketiga, soal ketentuan mengenai biaya penerbitan BPKB yang diatur dalam Lampiran No H angka 1 dan 2.

Untuk uji materi terhadap Lampiran No E angka 1 dan 2 Noval menyatakan, gugatan diajukan karena pengenaan pungutan pada pengesahan STNK cacat hukum karena tidak sesuai dengan UU Administrasi Pemerintahan. Gugatan tersebut di tujukan ke Mahkamah Agung (MA) beberapa waktu silam. Dan gugatan tersebut dimenangkan oleh Noval, warga Pamekasan, Jawa Timur.

Dalam pertimbangan putusan pembatalan aturan tersebut, MA menyatakan pengenaan pungutan pengesahan STNK bertentangan dengan pasal 73 ayat (5) UU No 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Penghapusan biaya Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sudah menemukan titik terang.
Terhitung sejak tanggal (14/3/2018), biaya pengesahan STNK resmi dihapus. “Mulai hari ini penghapusan biaya pengesahan STNK kami terapkan,” kata Kompol Bayu Pratama, Kasi STNK Subdit Regident DitlantasPolda Metro Jaya, Rabu (14/3/2018).

Penghapusan biaya ini dilakukan setelah pihak Polda Metro Jaya menerima surat edaran dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. ” Sebelumnya pengesahan biaya STNK dikenai tarif Rp 25 ribu untuk motor dan Rp 50 ribu untuk mobil. Mulai hari ini semua biaya itu tidak ada alias gratis. Masyarakat tidak akan dikenai biaya saat pengesahan biaya STNK, ” ujar Sunardi selaku Kepala pajak( adpel) Pamekasan. (YULIA)