Diduga Adanya Aroma Pungli, Dalam Pemindahan PKL Alun-alun Mejayan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Madiun : Relokasi Pemindahan PKL di Alun-alun Mejayan Kabupaten Madiun di warnai kericuhan dan adanya aroma Pungutan Liar ( PUNGLI ) yang dilakukan oleh oknum oknum PNS dan Preman-preman atas suruhan orang dilingkup istansi yang terkait dan yang tak bertanggung jawab.
Berawal dari proses pemindahan PKL Alun-alun Mejayan ke lokasi berjualan yang baru yang dirasakan bahwa tempat lokasi jualan yang baru tidak menguntungkan bagi mereka, padahal sebelumnya para PKL sudah di pungut biaya yang nilainya bervariasi, ungkap salah satu PKL yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa (20/3/18).

Dari pantauan awak media Warta Hukum di lapangan menemukan fakta ,telah terjadi pungutan kurang lebih 180 para PKL yang berada di lokasi Alun-alun Mejayan. Jumlah pungutan atau tarikannya bervariasi mulai dari Rp.300, Rp.500 sampai juga 1 juta. Tujuan pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan memindahkan PKL di pelataran selatan masjid Quba Komplek pusat pemerintahan Kabupaten Madiun dengan alasan untuk kerapian dan sebelumnya PKL berjualan di pinggir Alun-alun Mejayan.

Padahal informasi yang berkembang Dinas perindustrian dan perdagangan Kabupaten Madiun pernah menerima laporan terkait adanya pungutan liar ( pungli ) dan pihak dinas perindustrian dan perdagangan terkesan tutup mata dan membiarkan adanya pungli, padahal masalah tersebut jelas jelas sudah pernah di laporan terkait adanya tarikan pungutan liar ( pungli) atas PKL di Alun-alun Mejayan bahkan sudah pernah di laporkan ke polres saat ini dalam tahap penyelidikan.

Seharusnya dari pihak-pihak Dinas tetkait mengusut dan menindak tegas pelaku oknum oknum PNS di lingkup pemerintahan Kabupaten Madiun yang terlibat melakukan pungutan liar (Pungli) PKL di Alun-alun Mejayan. Selama ini peraturan Daerah para PKL hanya diberikan kewajiban membayar retribusi kebersihan Rp.500 rupiah per meter stan. Sampai berita ini ditulis , Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangangan Anang Sulistyono S. Sos ,M.Si belum bisa di temui ataupun di konfirmasi. Persoalan terkait diduga adanya pungutan liar (pungli) di PKL Alun-alun Mejayan akan dilaporkan ke Polres, sebelumnya sudah ada laporan cuma bentuk Delik Aduan makanya para PKL akan langsung melaporkan secara resmi laporan ke Polres lagi terkait pungutan liar (pungli). “Yl”.