Penataan Parkir Di Pasar Pagotan” Terkesan Semrawut “

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Madiun : Pemandangan parkir di pasar Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun terkesan semrawut, di situ ada parkir yang di kelola Dinas Pasar, Dinas perhubungan, dan Perorangan, yang jadi petsoalan disitu ada parkir berlangganan yang di kelola Dinas perhubungan, banyak dikeluhkan oleh masyarakat.

Selain dipungut biaya ganda, pelayanan yang diberikan oleh juru parkir masih jauh, dari kondisi ideal. Ditambah lagi, minimnya fasilitas penunjang yang disediakan bagi masyarakat, seperti yang terjadi di Pasar Pagotan, pasar yang terletak di Kecamatan Geger Kabupaten Madiun pasar pagotan yang selalu ramai pedagannya.

Lokasi Parkir Berlangganan Di Area Pasar Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Walau sudah menjadi area Parkir Berlangganan namu, para pemilik kendaraan yang memparkir kendaraan tetap di tarik rettribusi parkir. Sugeng Endro Subagyo Kepala Pasar pagotan, menjelaskan bahwa yang memunculkan tulisan Parkir Berlangganan itu Dinas Perhubungan Kabupaten Madiun karena itu memang merupakan lahan milik Dinas Perhubungan.

Lokasi Parkir Berlangganan Di Area Pasar Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, ” lahan milik Dinas Perhubungan tentunya yang bertanggung jawab semua Dinas Perhubungan” kata Sugeng Endro Subagyo, selain itu Sugeng Endro Subagyo juga mengatakan bahwa lahan milik pasar cuma yang di depan pasar bagian selatan dan yang bagian depan pasar yang utara serta selatan pasar semuanya milik Dinas Perhubungan, ” untuk bagian depan pasar yang selatan itu milik pasar dan itu bukan parkir melainkan jasa penitipan dan kita cuma minta bagian sebesar Rp.20.000 (Dua Puluh Ribu) per hari, sedangkan yang depan pasar bagian utara dan selatan pasar semua milik Dinas Perhubungan” tambah Sugeng Endro Subagyo.

Lokasi Parkir Berlangganan Di Area Pasar Pagotan Kecamatan Geger Kabupaten Madiun. Suyanto Wakil kepala pasar juga menjelaskan hal yang serupa dengan keterangan Kepala Pasar Pagotan, bahkan dirnya juga mengatakan bahwa di daerah sekitar Pasar Pagotan itu ada dua parkir ilegal,
” di sini ada dua parkir ilegal yaitu di bagian utara pasar dan selatan pasar yang timur, parkir itu tidak berijin” jelas Suyanto Ariadi, yang menjadi pengelola jasa penitipan kendaraan menjelaskan, bahwa dirinya sudah ada kontrak dengan Dinas Perdagangan, Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun bahkan dirinya setiap hari melalui Bank Jatim selalu transfer sebesar Rp. 50.000,(Lima Puluh Ribu), ke Dinas.

” Saya sudah ada kontrak dengan Dinas Perdagangan, Koprasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun ” Sanggah Ariadi, selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa dirinya melakukan pengabdian di Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun itu, sejak Tahun 1993, dan sudah masuk Honorer kata gori 2 atau K2, Tahun 2000, dan sepeserpun tidak pernah mendapatkan Honor dari Dinas.

” Tahun 1993 saya sudah mengabdi dan Taun 2000, saya di angkat menjadi K2 atau tenaga kontrak Kata gori 2, namun selama ini saya tidak pernah menerima honor dari Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun maupun Pemerintah Kabupaten Madiun, dan saya cuma mendapat hasil pembagian dari jasa penitipan yang rata–rata per hari Rp. 35.000 ( Tiga Puluh Lima Ribu). ” tambah Ariadi tegasnya. (Yl).