Satpam PA Terkesan Mempersulit Wartawan, Mau Konfirmasi Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Madiun

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Madiun : Dalam permasalahan perceraian berbagai cara di gunakan untuk memuluskan agar segera adanya putusan dari Pengadilan Agama. Dalam perihal perkara gugat cerai dengan Nomor Perkara : 1301/Pdt.G/2017. PA. Kab.Mn. Tertanggal 17 Oktober 2017, antara Susi Nurmawati binti Nuryanto selaku penggugat melawan Budianto bin Jaelani selaku tergugat, selain terlihat sangat pelik dan diduga adanya untuk merekayasa surat keterangan Ghoib juga tercium bau adanya sebuah permainan. Pasalnya selain Susi Nurmawati selaku penggugat sangat susah untuk ditemui dan di konfirmasi, terkait dugaan dirinya yang telah menggunakan surat keteranga ghoib palsu dan diduga adanya konspirasi yang di buat oleh SITI KUZAIMAH Kepala Desa Kedondong Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, dengan Nomor Surat : 475/258/35.19.01.2013/2017. Dan Drs. Kafit. M.H. Kepala Pengadilan Agama Kabupaten Madiun, pun juga sangat sulit untuk di temui dan di konfirmasi dan terkesan pihak satpam Pengadilan Agama menghalang – halangi dan mempersulit wartawan dengan berbagai alasan.

Mustachim, Satpam pengadilan Agama Kabupaten Madiun mengatakan bahwa jadwal beliau terlalu padat, bahkan untuk hari ini (Kamis 8 Maret 2018), selain jadwal sidang yang padat, beliau juga akan mengikuti pelantikn di kantor atas, namun waktu kemarin keperluan untuk konfirmasi sudah di sampai kan dan ditunggunya sampai jam 15.00. Wib. “Saat ini beliau tidak bisa di temui karena setelah sidang akan ada pelantikan” sangkah Mustachim.

Sutrisno Kepala Biro Media Kompas Madiun juga mengungkapkan hal yang senada, bahkan selain sulit untu di konfirmasi, seolah – olah tugas kami sebagi wahana penyeimbang informasi itu sangat di abaikan oleh pejabat publik Pengadilan Agama Kabupaten Madiun.”  yang bener saja, masak kita selama dua hari di temui Satpam, apa kita di suruh konfirmasi kepada Satpam, padahal kita sudah bilang cuma minta waktu 5 menit, namun juga tidak ada waktu” cetus Sutrisno.

Yulianto SH, Kabiro karesidenan madiun Media cetak dan Online Warta Hukum, sangat menyayangkan, sikap pejabat publik yang sangat sulit ditumi untuk di konfirmasi, seharusnya dengan adanya Undang Undang Keterbukaan Publik, untuk menemui pejabat publik yang akan di mintai keterangan tidak sesulit ini. Mustachim Satpam Pengadilan Agama Kabupaten Madiun yang menghendel Wartawan.” Hari Senin Kemarin kita nunggu sampai Dua (2), Jam lebih, lalu bagian penerima tamu baru bilang Jadwal sidang penuh, Sedang Selasa alasan di Pacitan dinas luar, dan Hari ini Jadwal sidang penuh dan akan ada pelantikan, yang bener aja” kata Yulianto SH.