Program Sidang Isbat Di Kabupaten Sampang

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Untuk mensukseskan program pemerintah dalam pendataan jumlah penduduk kabupaten Sampang, dan setelah di survey ternyata masyarakatnya, terutama pasangan suami istri dalam pernikahannya melalui para Kyai (nikah siri) dan tidak ditindaklanjuti oleh Pasangan suami istri tersebut ke Kantor Urusan Agama (KUA) sehingga banyak pasangan suami istri tersebut tidak mempunyai buku nikah serta tidak tercatat di KUA. Pada hari Jum’at (09/03/2018) sekitar jam 08.00 Wib, bertempat di Aula pendopo rumah dinas Bupati Sampang, KUA Karang penang, Pengadilan Agama, Kementerian Agama, Dispendukcapil dan pihak-pihak terkait didalamnya mengadakan program sidang Isbat yang diikuti oleh 238 Pasangan suami istri, mereka berasal dari Desa. Blu’uran kecamatan Karang penang Sampang.

Ditemui secara terpisah untuk dimintai wawancara oleh pihak media, Kabag Humas Kementerian Agama (Faisol Ramdhani) mengatakan, “Tujuan daripada pelaksanaan sidang Isbat ini karena merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah, kebetulan desa Blu’uran kecamatan Karang penang salah satu Pasangan yang paling banyak yaitu mencapai sekitar 238 pasangan suami istri yang belum mempunyai buku nikah sehingga putra putrinya secara otomatis tidak mempunyai Akte kelahiran, karena syarat untuk mempunyai Akte kelahiran harus ada bukti perkawinan berupa Buku Nikah”, Ujar Beliau.

Selanjutnya Faisol Ramdhani mengatakan, “Yang pertama kita lakukan adalah KUA dan pihak petugas kecamatan Karang Penang bekerja sama dengan Dispendukcapil Sampang mengadakan sosialisasi ke Desa. Blu’uran untuk melakukan pendataan dan pengertian kepada para pasangan tersebut, setelah itu melakukan pengurusan KTP dan KSK keluarga pasangan, dan sudah terurus semua, baru pada hari Jum’at ini kita mengadakan sidang Isbat yang sesuai dengan amar putusan oleh Pengadilan Agama untuk mengeluarkan Buku Nikah, setelah proses buku nikah selesai dalam tempo satu hari ini langsung dibuatkan Akte kelahiran bagi putra putrinya yang tercatat sesuai dengan KSKnya “, Kata Faisol Ramdhani.

Kemudian pihak awak media beserta Warta Hukum Sampang mengkonfirmasi kepada Kepala KUA Kecamatan Karang Penang (Syaifuddin), dalam pernyataannya Beliau mengungkapkan,” Kami lakukan sidang Isbat ini, Selain sebagai program pemerintah pusat, juga merupakan salah satu persyaratan untuk mendapatkan Buku Nikah dan apabila Pasangan tersebut mempunyai anak, bisa dijadikan syarat pengurusan Akte kelahiran, terkait kalau seandainya ada pernikahan yang kurang memenuhi syarat karena faktor usia, kami dari pihak KUA menunggu hasil rekomendasi dari Pengadilan Agama, kalau sudah di setujui oleh pihak Pengadilan Agama baru pernikahan tersebut bisa kita laksanakan.

Untuk usia calon pasangan nikah yang sah sesuai dengan ketentuan pemerintah kita berpatokan/berdasarkan kepada Undang-Undang Nomor 1 tahun 1974 yaitu Usia nikah bagi Perempuan minimal 16 th, sedangkan bagi Laki-laki minimal 18 th, jadi kami dari pihak KUA apabila ada calon pasangan nikah sudah memenuhi usia tersebut pasti akan kami layani dan melaksanakan pernikahannya, karena sudah sesuai dari ketentuan dan Ketetapan Undang-Undang yang berlaku. Kembali ke permasalahan buku nikah tersebut, mereka mungkin belum faham tentang keabsahahan menurut negara, atau bisa juga mereka berpikiran yang penting sah secara syar’i (agama Islam), tanpa memperdulikan arti pentingnya kepemilikan buku nikah, baik untuk Pasangan itu sendiri, maupun buat keturunan atau putra putrinya nanti ke depan”, Ungkap Syaifuddin.  Acara berlangsungnya sidang Isbat tersebut berjalan dengan tertib dan lancar, para peserta mengikuti prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh petugas, sehingga berakhir sekitar jam 13.30 Wib.  #(is-one)#