LSM Makim Akan Adukan Kepala Desa Ke Polres

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Madiun :Dugaan kasus surat ghoib keteranga palsu yang dibuat oleh SITI KUZAIMAH Kepala Desa Kedondong Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun, dengan Nomor Surat : 475/258/35.19.01.2013/2017, yang digunakan oleh Susi Fitria Nurmawati untuk mengajukan gugat cerai di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun, yang di duga surat yang isinya diduga keterangan palsu, ternyata belum di cabut dan masih berjalan terus.

Drs. Supriadi.S.sos. Camat Kebonsari Kabupaten Madiun, dikonfirmasi di ruangannya mengatakan untuk saat ini dirinya belum bisa berkomentar, karena dirinya belum tau persis tentang permasalahan ini, namun bila itu benar maka kepala desa akan di suruh untuk mencabut surat itu dan memperbaikinya.

” itu kesalahan yang di buat cuma kesalahan atministrasi, karena belum di buat mengambil keputusan” sanggah Drs.Supriadi.S.sos.

Joko.SH. kuasa hukum Budianto, mengatakan bahwa surat keterangan yang di buat oleh Kepala Desa Kedondong itu mana mungkin di cabut, kalau surat itu sudah di gunakan oleh Susi Fitria Nurmawati sebagai salah satu bukti atau suatu alasan untuk pengajuan gugat cerai di Pengadilan Agama Kabupaten Madiun, dan apa benar waktu Susi Fitria Nurmawati waktu minta surat keterangan ghoib itu ngomong seperti itu dan tidak mungkin kalau kepala desa tidak tanya ke gunaannya” kata Joko.SH.

Harwanto, salah satu tim investigasi dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Makim Kabupaten Madiun, menjelaskan kalau masalah surat ghoib yang di duga isinya itu keterangan palsu, yang di buat oleh Kepala Desa Kedondong, itu sudah memenuhi unsur pidana sesuai yang di atur dalam KUHP 263, dengan ancaman pidana 6 tahun, sedangkan pasal 263 itu, bukalah merupakan delik aduan dan atau siapapun boleh melaporkan, walau sesungguhnya yang lebih pantas untuk melapor adalah yang di rugikan dengan adanya surat keterangan dangan isinya palsu, terlepas surat itu sudah di gunakan untuk memutus oleh pengadilan atau belum yang penting surat ini di bikin dengan unsur kesengajaan, dan seandainya surat ghoib itu sudah di cabut oleh Susi Fitria Nurmawati, bukan berarti pidananya ikut gugur.

” terlepas surat itu sudah di gunakan untuk mengambil Keputusan atau belum, yang jelas surat itu sudah di gunakan dan itu sudah pidana” terang Harwanto. Masih menurut keterangan Harwanto dirinya akan segera merapat ke Polres Kabupaten Madiun, bagian pengaduan masyaraka untuk mengordinasikan permasalahan ini dan membuat aduan ke Polres melalui layanan pengaduan.

” saya akan kordinasikan permasalahan ini ke Polres Kabupaten Madiun bagian Pengaduan Masyarakat dan segara akan adukan masalah ini secara resmi” terang Harwanto. Selaku LSM Makin.

Saya belum bisa komentar, kalau memang itu benar, kita akan melangkah untuk mencabut surat itu dan memperbaiki, ya coba kita lihat saja nanti” kata Drs. Supriadi.S.sos. Masih menurut keterangan Drs. Supriadi.S.sos. Bahwa kesalahan yang di buat oleh Kepala Desa Kedondong, dengan mengeluarkan surat yang isinya di duga keterangan palsu itu belum bisa di katakan tindak pidana, melainkan itu cuma kesalahan atministrasi, karena belum di buat untuk mengambil Keputusan oleh pengadilan.