Pekerjaan Proyek Saluran Skunder, Terkesan Amburadul Dan Asal- asalan

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Madiun : Pekerjaan proyek saluran skunder yang terletak di desa Klecorejo Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun yang berasal dari Balai Pengairan UPT Jawa Timur yang di Madiun dalam pelaksanaan pekerjaan diduga asal-asalan dan Amburadul. Dalam pelaksanaan pekerjaan yang seharusnya mengikuti pedoman juklak juklis yang ada di Rab dan harus sesuai dengan Bestek. Tapi faktanya pekerjaan banyak yang tidak sesuai RAB pekerjaan.

Saat awak media di lokasi pekerjaan, bertemu dengan Pengawas Balai Pengairan Provinsi Bapak Edy dikonfirmasi terkait pekerjaan menerangkan bahwa untuk pengeprasan tanah kanan kiri kurang lebar, tidak terpasangnya papan nama dan selama pekerjaan proyek berjalan pelaksana dari rekanan proyek (CV) tidak pernah di lokasi terangnya, “masih kata Edy sebenarnya ini bukan tugas saya mengawasi tiap hari harusnya pelaksana rekanan. Kurangnya tanggung jawab dari rekanan terkesan kurang propesional dalam pelaksanaan pekerjaan. Tidak transparan dengan tidak adanya papan nama proyek pekerjaan yang seharusnya agar masyarakat mengetahui berapa nilai kontraknya, volume pekerjaan, waktu pekerjaan, cv mana yang mengerjakan dan masyarakat bisa ikut dalam pengawasan.

Pekerjaan proyek yang diduga pekerjaan asal -asalan dari kwalitas pasir yang kurang mutu, campuran material adukan pasir dan semen yang terkesan asal jadi dan tidak mengindahkan aturan yang ada dalam Juklak-Juklis pelaksanaan pekerjaan dan tidak sesuai dengan BESTEK. Saat awak media di lokasi pekerjaan , bertemu dengan pengawas Balai pengairan propinsi Edy di konfirmasi terkait pekerjaan menerangkan bahwa untuk pengeprasan tanah kanan kiri kurang lebar, tidak terpasangnya papan nama dan selama pekerjaan proyek berjalan pelaksana dari rekanan proyek (CV) tidak pernah di lokasi terangnya, “masih kata Edy sebenarnya ini bukan tugas saya mengawasi tiap hari harusnya pelaksana rekanan.

Kurangnya tanggung jawab dari rekanan terkesan kurang propesional dalam pelaksanaan pekerjaan. Tidak transparan dengan tidak adanya papan nama proyek pekerjaan yang seharusnya terpasang papan nama proyek agar masyarakat mengetahui berapa nilai anggaran kontraknya, volume pekerjaan, waktu pekerjaan, CV mana yang mengerjakan dan masyarakat bisa ikut dalam pengawasan. (Team)