KADES DiDUGA MEREKA TERBITNYA SURAT KETERANGAN GHOIB PALSU 

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Madiun : Pengajuan gugatan perceraian ke pengadilan agama harus memenuhi berbagai persyaratan. Dengan berbagai cara di lakukan untuk memuluskan proses perceraian berjalan singkat dan segera di putuskan gugatan nya, walaupun yang dilakukan beresiko melanggar hukum dengan ancaman pidana. Susi Fitria Nurmawati binti Nuryanto Diduga mengadakan kerjasama dengan kepala desa Kedondong Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun Hj.umi ujalimah untuk memalsukan surat keterangan Ghoib dalam persidangan, perihal cerai gugat.

Nomor :1301/pdt G/2017.PA, yang mana pada tanggal 17 Oktober 2017.  Sedangkan surat keterangan Ghoib yang di buat oleh Kepala Desa Kedondong H. Umi Ujalimah dengan Nomor : 475/258/35.19.01.2013/2017 yang di buat pada tanggal 26-oktober -2017. Kalau perbuatan pemalsuan surat keterangan Ghoib palsu terbukti bisa di kategorikan melanggar hukum dan bisa di jerat Hukum Pidana Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP ) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

H. Umi Ujalimah. Waktu di konfirmasi di rumahnya menjelaskan, dirinya memang membuat surat keterangan, namun surat itu sudah tidak di pakai atau di cabut, waktu itu Susi datang ketempat saya sambil nangis dan bialang dirinya sudah mengandung dengan pacarnya, dan usia kandungan sudah memasuki usia tiga bulan, makanya saya buat surat itu, namun saya buat surat keterangan itu bukan untuk mengajukan gugatan cerai.

” Surat yang saya buat pasti ada tandatangan saya, dan kalau itu tidak ada tanda tangan saya berarti itu bukan saya yang buat” elak H. Siti Ujalimah, Rumah Susi Fitria Nurmawari yang berada di Desa Kendondong Kecamatan Kebonsari Kabupaten Madiun. Nuryanto, Bapak kandung dari Susi Fitria Nurmawati menjelaskan, bahwa Budianto suami Susi Fitria Nurmawati, saat ini sedang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), di Negara Taiwan secara resmi dan sangat jelas ke beradaannya, bahkan waktu menjadi (TKI), di Negara Taiwan berangkatnya juga dari rumah sini, sebenarnya Budianto itu sangat baik dan perhatian, di saat dirinya mau jadi TKI saja itu juta ngasih Uang sebesar Rp .50.000.000,(Lima Puluh Juta), untu biaya hidup istrinya, dan kalau itu ada surat dari desa yang menyatakan ketidak tauan atas keberadaan Budianto itu salah besar dan pengakuan Susi Fitria Nurmawati, semuanya itu bohong dan dusta adanya.

” Kalau saya, kelakuan anak saya tidak benar tetap tidak saya dukung benar” kata Nuryanto, masih menurut keterangan dari Nuryanto, permasalahan ini yang salah adalah anaknya karena selingkuh sampai hamil, dan dirinya juga tidak tau kalau anaknya mengajukan gugat cerai.” Mulai saat kejadian itu anak saya, sudah saya lepas, bahkan saya juga bilang, kalau nantinya saya sakit jangan pernah menengok saya, dan di saat saya matipun jangan pernah menyelamati saya atau kirim do’a” cetus Nuryanto.
Sampai berita ini di tayangkan Susi Fitria Nurmawati tidak bisa di konfirmasi lantaran tidak ada di rumah. (Team )