Perhutani Beli Getah Pinus Dari Masyarakat Hanya Rp.3.560 Ribu Per Kilogram

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Ponorogo : Salah satu sumber daya yang dapat dimanfaatkan dari tanaman getah pinus yang dapat di olah dan bisa menghasilkan Gindorukem dan minyak Terpentin. Kasian dan kegunaan getah pinus yang bisa digunakan sebagai Bahan baku Cat, Kosmestik, Bahan dasar aneka industri, Farmasi dan Pengobatan.

Harga getah pinus akan disesuaikan setiap tahun berdasarkan harga pasar dunia. [22:37, 28/2/2018] Meski sudah ada standar harga pembelian getah pinus dari masyarakat tidak boleh melakukan menekan harga beli karena dinilai akan menyulitkan masyarakat, Harga jual getah pinus harus berdasarkan harga pasar dan tidak di monopoli oleh perhutani.

Saat ini dengan harga ( upah) sadap getah pinus Rp.3.560 ribu per kilogram di tingkat perhutani. Heri purwanto, Mantri KPH Lawu Desa Cempoko, dikonfirmasi menjelaskan masalah upah sadap itu ada dua, yaitu mutu dua dengan upah deres Rp.3.500./ kg, sedangkan untuk mutu satu dengan harga upah deres Rp.3.800./ kg. Sedangkan ciri–ciri getah pinus yang mutu satu di antaranny berwarna putih, tidak ada kotoran dan air harus di buang, bila masih ada kotoran itu masuk mutu dua.

Drum Tempat Getah Pinus. ” Upah sadap getah pinus itu ada dua, yaitu Rp.3.800,/kg untuk mutu satu dan Rp.3.500,/kg untuk mutu dua” kata Heri Purwanto. Masih menurut Heri Purwanto, untuk mendapatkan getah yang berkwalitas super itu hanya di musim kemarau, kalau di musim hujan saat ini getah yang dihasilkan para penyadap pasti mutu dua, sedangkan untuk sosialisasi kepada para penyadap dilakukan satu bulan sekali.
” kita lakukan sosialisasi kepada para penyadap itu satu bulan sekali” terang Heri Purwanto.

Sedangkan menurut Heri Purwanto luas lahan perhutani yang di cempoko kurang lebih mencapai sekitar 2098 hektar, sedangkan luas lahan yang produktip mencapai 790 hektar, dengan hasil 1400 ton pertahun . Sanimen Warga Desa Cempoko Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo, salah satu buruh deres getah pinus menjelaskan bahwa dirinya menjadi buruh deres getah pinus, sudah mulai tahun 1975 dengan harga Rp.18, (Delapan Belas Rupiah), dan sampai sekarang mencapai Rp.3.560./ kg. ” Mulai upah deres Rp.18 sampai Rp.3.560./ kg. Belum pernah ada kelas getah, semua harga di pukul rata” jelas Sanimen.

Selain itu Sanimen juga mengatakan selama dirinya menjadi buruh sadap getah pinus, belum pernah ada sosialisasi tentang cara penyadapan agar mendapatkan getah pinus yang berkwalitas bagus, sedangkan pohon pinus yang mulai bisa di sadap getah nya saja usia berapa taun juga tidak pernah di sosialisasikan,” untuk masalah sosialisasi dari perhutani tentang cara penyadapan agar mendapatkan Kwalitas super tidak pernah, apa lagi masalah usia pohon pinus yang produktif” tambah Sanimen.

Sementara ditempat terpisah salah satu penyadap getah pinus yang enggan menyebutkan namanya, menjelaskan saat ini upah sadap getah pinus yang di dapat dari Perhutani cuma Rp. 3.500./ kg, sedangkan harga upah aslinya dirinya juga tidak tau, ” upah sadap getah pinus yang saya terima cuma Rp. 3.500/ kg, sedangkan harga sebenarnya berapa saya tidak tau” ungkap seorang penyadap yang enggan menyebutkan nama ini. (Team)