DI PROBOLINGGO (TKBM) TENAGA KERJA KOPERASI BONGKAR MUAT DIDUGA BANYAK PENYIMPANGAN PENIPUAN DAN PENGGELAPAN UANG HAKNYA TENAGA KERJA TIDAK DI SERAHKAN

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Probolinggo : Banyak sekali penyimpangan Penipuan dan penggelapan memang sering terjadi dimana-mana bahkan di desa-desa, di perkotaan, juga di perkantoran pada dasarnya penipuan tidak lepas menyangkut uang. Hal ini terjadi pada Kantor Koperasi (TKBM) Tenaga Kerja Koperasi Bongkar Muat yang beralamat di Pelabuhan Tanjung Tembaga Timur Probolinggo dan tidak tanggung-tanggung Koperasi (TKBM) Tenaga Kerja.

Koperasi Bongkar Muat tersebut dibawah naungan tiga kementerian diantaranya : Kementerian Koperasi, Kementrian Dinas Perhubungan, Kementrian Tenaga Kerja, dari hasil yang dihimpun koresponden Warta Hukum di Probolinggo, Koperasi (TKBM) Tenaga Kerja Koperasi Bongkar Muat yang berkantor berdekatan dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo beraktifitas tentang Ketenagakerjaan Bongkar Muat yang memiliki + 60 tenaga kerja.

Setiap 30 tenaga kerja di pimpin oleh Kepala Mandor yang bernama Sulaiman dan H. Soleh. Dari 60 tenaga kerja yang sehari-harinya melakukan aktifitas bongkar muat kayu logging milik PT. KTI (Kutai Timber Indonesia). Dari aktifitas kegiatan bongkar muat ada 2 pekerjaan yaitu Stifadoring dan Kalkodoring, namun pekerjaan tenaga kerja honor tersebut dari PT. KTI (Kutai Timber Indonesia) melalui PBM ke TKBM terus ke Tenaga Kerja Kepala Regu atau Mandor  namun ada pekerjaan yang diluar dengan kesepakatan menurut H. Soleh per kubik Rp. 350 (Tiga ratus lima puluh rupiah) namun menurut Sulaiman pekerjaan tersebut sejak tanggal 01 Januari 2010 selaku pekerja tidak pernah terima haknya sampai sekarang. Kalau dalam perhitungan satu bulan lima kali bongkar muat per bulan Rp. 7.500.000,- (Tujuh juta lima ratus ribu rupiah) x 12 bulan = Rp  90.000.000,- (Sembilan puluh juta rupiah). Total Rp. 90.000.000,- x 8 tahun = Rp. 720.000.000,- (Tujuh ratus dua puluh juta rupiah) sedangkan PT. KTI (Kutai Timber Indonesia) sudah membayar penuh melalui Bendahara TKBM yang bernama Nawi namun tidak sampai kepada tenaga kerja atau mandor sampai sekarang dan menurut keterangn Sulaiman ini merupakan suatu kasus dugaan penyimpangan penipuan dan penggelapan dan kalau tidak ada penyelesaian dan menyerahkan hak-haknya tenaga kerja bongkar muat akan dilaporkan ke Aparat Tenaga Hukum atau ke Kepolisian.

Dengan adanya kasus ini media warta hukum melakukan konfirmasi ke Kantor TKBM menemui Kepala Kantor TKBM Karso namun tidak ada dan yang menemui Sekretaris Hamid dan Bendahara Nawi dan Hamid menjelaskan kalau Kepala Kantor PKBM tidak ada, saya selaku Sekretaris bisa menjelaskan apa yang menjadi permasalahan sedangkan Nawi selaku Bendahara TKBM juga menjelaskan atas pembayaran tenaga kerja bongkar muat sudah diserahkan dan sudah sesuai. Atas penjelasan sepihak warta hukum melakukan konfirmasi keterkaitan kepada kantor Kesahbandaran selaku Pembina TKBM dan Kepala Kantor Kesahbandaran Kota Probolinggo sedang rapat sehingga tidak bertemu. (bersambung) “Rohim”.