KAPOLRES MALANG NGOPI BARENG JAJARAN DAN MUSPIKA KECAMATAN DAU

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Malang : Dalam rangka Harkamtibmas Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung didampingi Wakapolres Malang Kompol Decky Hermansyah beserta Pejabat Utama Polres Malang dan Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda menggelar Ngipok Ngerab (Ngopi Bareng-red). Jumat (23/2/2018) malam. Dalam kesempatan tersebut Camat DAU Suroto yang mewakili Muspika mengucapkan selamat datang kepada Kapolres Malang dan jajarannya di wilayah Dau yang letaknya berbatasan langsung dengan kota Malang.

Di Kecamatan DAU terdapat 10 Desa dan malam ini merupakan kesempatan yang baik untuk melaksanakan diskusi dan tanya jawab dengan kapolres beserta jajarannya untuk menjalin kerja sama lebih baik lagi kedepannya, ujar Suroto. Sementara itu AKBP Yade Setiawan Ujung menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada tamu yang telah menyambut acara Ngipok Ngerab ini.

Acara “ngipok ngerab” ini dilaksanakan dalam rangka untuk menarik sebanyak-banyaknya apa yang diminta masyarakat kepada pihak Kepolisan Malang,serta harapan masyarakat terhadap Polri. Kapolri Jendral Tito Karnavian memiliki program Promoter yang tujuan akhirnya (outputnya) adalah meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Polri. kegiatan ini adalah proses untuk Polri memperoleh Kepercayaan Masyarakat. Polisi itu adalah bagian dari masyarakat, apa yang dimau masyarakat itulah yang harus dilakukan oleh Polisi.

Berharap dari masukan dari para hadirin di acara ini nanti kedepannya kami dapat lebih baik berkat adanya masukan dari masyarakat. Bahwa saat ini, telah banyak perubahan di tubuh Polri, hal ini silahkan dibuktikan sendiri oleh hadirin, saat ini hadirin bisa lihat sendiri bagaimana pemberitaan oleh medsos yang cukup pesat. Sehingga apabila ada kesalahan dari Anggota polri akan cepat terekspos ke masyarakat langsung dan rata-rata sekarang banyak masyarakat memakai medsos.
Dari pihak POLRI mewakafkan ilmu Polri untuk membangun dan menjaga DAU dan Kabupaten Malang, ujarnya.

Kapolres juga menambahkan terkait isu yang saat ini terjadi, dimana saat ini sedang berada dalam tahun politik dimana banyak intrik-intrik yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang berkorelasi dengan situasi kamtibmas. Saya yakin “Insya Allah” hal tersebut tidak akan dilakukan dan tidak ada di Kabupaten Malang karena masyarakat Malang sekarang sudah cerdas semua. Dari 13 Kejadian penyerangan Ulama hanya 2 yang murni penyerangan dan pelaku sudah di amankan sedangkan berita lainnya adalah hoax yang bertujuan untuk memperkeruh suasana aja. Medsos saat ini juga merupakan tantangan kita, karena medsos dapat bermanfaat tetapi juga dapat menyesatkan oleh karena itu kami mengajak masyarakat DAU agar bertabayun / mengecek kebenaran suatu info dan tidak mudah termakan berita hoax. Contoh saat ini PKI sudah masuk di wilayah kita mari kita siapkan bentengi diri kita untuk tidak mudah termakan berita hoax, paparnya.

Yade Setiawan juga menyebutkan apabila dipelajari sejarah, PKI itu adalah suatu ideologi yang dikembangkan Rusia, Jerman timur dan Cina, karena di negara yang menganut ideologi tersebut sudah tidak lagi relevan digunakan serta tidak dapat berjalan degan baik. Di negara kita ini PKI tidak dapat berkembang karena di negara kita ini sudah dengan ideologi Pancasila yang sudah final, oleh karena itu kepada hadirin agar tidak mudah terprovokasi isu murahan. Sebab Polres Malang telah melakukan langkah-langkah dalam mengantisipasi kejadian-kejadian seperti yang diisukan, mulai dari mendata orang gangguan jiwa serta memberikan pesan kepada keluarganya untuk melakukan pengawasan lebih. Maka untuk itu agar masarakat DAU supaya menghadapi permasalahan tidak main hakim sendiri, silahkan hubungi polri kami siap 24 jam untuk pengaduan, ujarnya. (kie)