POLSEK GUBENG AMANKAN 1 PEMUDA PENGEDAR SABU

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Surabaya : 13 febuari 2018. Narkoba sudah beredar luas di masyarakat, tanpa memandang usia. Buktinya, Selasa 13 Febuari 2018, Polsek Gubeng mendapatkan informasi bahwa di rumah kos tersangka yang bernama NUR HOLIS Alias HOLIS BIN MUSIRI Kelahiran Sampang, 11 Febuari 1999 beragama islam pekerjaan swasta di bidang (ekspedisi) Jl. Bulak Banteng Bhineka I-A/No Surabaya. Diduga terlibat peredaran dan laki-laki ini membawa, menjual, Narkotika golongan I bukan tanaman (jenis sabu-sabu) sesuai polisi dengan mengenai pasal 114 (2) dan atau 112 (2) UU.RI NO. 35 Tahun 2009 tentangg Narkotika.

Dasar :
LP/ 63 /B/II/2018/JATIM/RESTABES SBY/SEK GBG, Tanggal 13 Februari 2018. penyalahgunaan (jenis sabu-sabu). Dan Unit Reskrim dengan cepat dan membekuk tersangka Polsek Gubeng Surabaya.

Dari kedok tarsangka menggeluti bisnis haram ini dengan cara Pelaku menjual narkotika jenis sabu-sabu  dengan ukuran PAHE kepada konsumen pemakai narkoba, transaksi barang narkoba tersebut baik bisa diberikan secara langsung maupun bisa digunakan langsung di tempat kos tersangka.

Setelah mendapat informasi atau laporan Polsek Gubeng mencari dan mengendus bahwa di rumah kos Jl. Bulak Banteng Gang Bhinneka I-A / No Surabaya sering dijadikan tempat transaksi bagi para pengguna narkoba jenis sabu-sabu, tempat rumah kos tersebut juga bisa digunakan untuk memakai narkoba bagi para pengguna, akhirnya dari anggota Polsek Gubeng melakukan penyelidikan dan ternyata ditempat tersebut dilakukan penggeledahan terhadap rumah kos dan tersangka, dan ditemukan barang bukti narkoba beserta peralatannya. Kemudian tersangka dan barang bukti diamankan ke Polsek Gubeng untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil penyidikan terhadap tersangka bahwa narkoba tersebut didapat dari teman tersangka bernama RASYID yang sekarang ini berhasil melarikan diri dan mnjadi DPO Tersangka dengan menjual narkoba tersebut. Mendapatkn imbalan sebesar Rp. 200.000,- kalau bisa menjual sabu-sabu ukuran PAHE sebanyak 10 poket plastik kecil.

Dari hasil pngukaapan kasus ini polisi mngamankan Barang bukti ;
>. PAHE Rp. 200.000,- Satu poket sabu-sabu berat 0,31 gram. Beserta plastiknya.
>. PAHE @ Rp. 150.000,-Tiga poket sabu-sabu dengan berat masing-masing @0,29 gram Beserta plastiknya.
>. Satu bh dompet plastik warna biru bergambar boneka marsha beserta satu peniti.
>. Tiga buah bong.
>. 2 bh kompor.
>. 3 bh korek api.
>. 1 batang sekrop.
>. 3 batang kaca .
>. Uang Rp. 500.000,-(hasil penjualan)
>. 1 Hp merk OPPO warna putih.
>.1 Hp merk ALDO warna hitam.

Akhirnya anggota Polsek Gubeng meberikan informasi kepada msyarakat bahwa barang siapa kenal dngan orang ini agar msyarakat bisa melaporkan karena menjadi DPO a.n. atas nama RASYID:
– TB : 160 cm.
– perawakan psedang.
– kulit hitam coklat.
– rambut lurus potongan cepak.
– wajah bulat.
– mata biasa.
– memakai kaos hitam.
– memakai celana warna biru.

Agar memeperkecil geraknya tersangka
Dalam kesempatan tersebut, Kanit Reskrim Polsek Gubeng IPDA Djoko Susanto, SH menyampaikan kepada Wartahukum.net dan msyarakat tentang bahaya narkoba dan sanksi apabila melanggar hukum.

langkah-langkah yg dilakukan tahap slanjutnya oleh Polsek Gubeng Surabaya adalah :
1). Buat LP dan Riksa saksi kap dan tersangka
3). Mengamankan barang bukti narkoba dan peralatannya
4).ambil urine di Labfor
5).barang bukti di labfor di Polda Jatim. Korlip jatim (Syahril)