Sidang Ke-2 Kematian Guru SMA Negeri 1 Torjun-Sampang (Ach. Budi Cahyanto)

Spread the love
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

WH Sampang : Dalam sidang ke-2 penganiayaan disertai pemukulan sehingga menyebabkan kematian yang dilakukan oleh siswanya sendiri (MH) terhadap Gurunya yaitu Ach. Budi Cahyanto yang mengajar sebagai guru kesenian di SMA Negeri 1 Torjun Sampang. Sidang itu sendiri di gelar pada hari Rabu (21/02/2018) sekitar jam 09.30 Wib di Pengadilan Negeri Sampang, dalam sidang ke 2 menghadirkan para saksi dari Kejaksaan Negeri Sampang.

Dalam kesaksiannya, istri dari Ach. Budi Cahyanto (Sianit Shinta) menyatakan dalam kronologis kematian suami (korban), Sianit Shinta mengatakan, “Sepulang dari sekolah tempatnya bekerja, di mana korban pulang dari mengajar sekitar jam 14.30 Wib dan langsung istirahat, pada saat itu saya sebagai istri langsung menyiapkan makanan, lalu membangunkan korban yang terlihat badannya terasa panas dingin disertai keringat, kemudian saya bertanya pada korban, Kena apa, korban hanya menjawab kalau habis dipukul oleh “MH” (tersangka) murid kelas 3″, ungkap Sianit Shinta.

Sedangkan Mertua dari Ach. Budi Cahyanto, dalam kesaksiannya mengungkapkan, ” setelah melihat korban muntah-muntah maka kami langsung bawa ke Puskesmas Kecamatan Jrengik – Sampang dan melihat kondisi korban tidak sadarkan diri kemudian dirujuk ke RSUD Sampang hanya berselang beberapa menit dan karena keterbatasan peralatan di RSUD Sampang, Akhirnya melalui keluarganya dari pihak Rumah Sakit menyarankan untuk di bawa (di rujuk) ke RSUD Dr. Soetomo Surabaya, sesampainya di Dr. Soetomo keadaan korban masih belum sadarkan diri dan dokter Rumah Sakit mengatakan kalau korban untuk harapan hidup sudah 25% dan itupun apabila hidup tidak akan normal, dan pada saat korban dibisikannya hanya mengatakan, di pukul muridnya yang bernama “MH” kelas 3 sambil disertai Kode tangannya, kemudian setelah itu korban menghembuskan nafas terakhir”, Ungkap Beliau.

Adapun Penasehat Hukum Korban (H. Much. Su’eb, S. Ag, SH. M.Hes) mengatakan, “Dengan adanya kesaksian dari istri dan mertua Guru Ach. Budi Cahyanto, pihak tersangka (MH) begitu pula Pengacara tersangka mau bekerja sama dan bersifat kooperatif sehingga mengakui semua keterangan dari para saksi”, Kata H. Moch. Su’eb. Sidang lanjutan ke 2 yang menghadirkan saksi tersebut berjalan dengan lancar dan proses sidang di hadiri juga oleh perwakilan PGRI dan alumni aktivis PMII sehingga proses sidang berakhir sekitar 14.00 Wib, dan akan dilanjutkan dengan proses sidang lanjutan. (is-one)